jampmiirembang

Logo JAM PMII Rembang

SEBUAH PENGANTAR

Satu dekade keberadaan Indonesia, seakan mengalami keterulangan yang tak berakhir, masa pra kemerdekaan, kemerdekaan, orla, orba, reformasi dan bahkan era konsolidasi Demokrasi dewasa ini, belum memberikan jawaban pasti atas keberpihakan agenda “wellfare state” yang ingin menjawab tentang soal soal kemandirian dan kesejahteraan, mandate ini sebenarnya telah menjadi konsensus bersama para “faunding fathers” negara bangsa ke Indonesian ini, tapi kenyataan hari ini Indonesia dalam kondisi yang absurd.

 

Eksistensi Generasi Bangsa yang mampu membaca masa datang dengan kerangka kekinian dan masa lalu dituntut hadir segera, selanjutnya untuk ikut serta mengambil peran peran memecah kebuntuan “absurd” hari ini, Bangsa ini mendambakan generasi cerdas, kritis dan mandiri, generasi yang mampu mengembangkan peran konstruktif dan kreatife, dan juga generasi yang tidak terjebak dalam pusaran Demokrasi imitasi yang hanya berpihak untuk kepentingan sejenak orang orang tertentu.

 

Generasi bangsa yang  cerdas, kritis dan mandiri tersebut, ada dilingkungan kita, cuman energi ini masih tercecer dalam ruang Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, dikarenakan soal soal terhambatnya, ruang komunikasi, terbatasnya informasi bahkan terbatasnya pengelolaan resource yang dimiliki, sehingga para alumni muda PMII saat ini tengah menghadapi situasi serba dilematis, kegamangan bahkan mengalami masa perenungan sepi mencari persimpangan  jalan yang tepat.

 

JAM PMII MEMIMPIKAN

Untuk menjembatani peran peran generasi bangsa yang cerdas, kritis dan mandiri, dibutuhkan ruang untuk menjalin komunikasi, membagi informasi bahkan menentukan langkah pergerakan politik, sosial dan ekonomi, maka dengan semangat jabat erat tangan di inisiasi lah wadah bersama, yang selanjutnya disebut dengan, Jaringan Alumni Muda (JAM) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, dengan mengambil peran perbaikan hari ini dan menyusun langkah maju tuk esok hari, dengan satu semangat bersama “Melestarikan kearifan tradisi, menyemai benih revolusi, untuk kebesaran organisasi”

 

Sadar dengan potensi sekaligus hambatanya maka JAM PMII, kini dan masa datang memimpikan satu Jaringan Politik, Sosial dan Ekonomi dengan Komitment “Dengan Keragaman, Mewujudkan Kerekatan, Menuju Kemandirian”, berbasis spirit Ke-Islaman Ahlusunnah Waljama,ah yang bermaksud sebagai berikut;

  • Dengan Keragaman,

Kita sadar dan mafhum, sedari awal setiap insan diciptakan dengan ketidak samaan secara nyata maupun abstrak, oleh karenanya pasti menemukan perbedaan, oleh karena budaya keragaman tidak bisa ditawar tawar, maka keragaman dalam budaya, sosial, politik adalah keniscayaan dan tidak perlu menjadi alasan untuk memecah konsentrasi perjuangan mulia, justru dengan adanya keragaman menciptakan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan yang ada.

 

Keragaman yang dimiliki oleh Jaringan Alumni Muda PMII adalah aset yang komplek untuk sebuah langkah maju, lalu merekonstruksi bangunan gerakan yang tercecer, mengurai kembali cita cita yang terhalang, serta merangkai kembali kekuatan yang tercerai dan tidak diformulasi dengan baik, dengan keragaman justru akan menjadi sebuah kekuatan besar bagi peran konstruktif, kreatif berbasis kecerdasan, kritis dan independent JAM PMII.

  • Mewujudkan Kerekatan,

Banyak catatan kaki dalam sejarah menceritakan secara jelas, bahwa dengan bersama maka akan bisa melampui satu kekuatan yang tunggal, oleh karennya kerekatan adalah sumbu utama menghimpun kebersamaan yang belum ditata dengan baik, dengan kerekatan akan terbangun simpul simpul kekuatan yang kecil menjadi sebuah mega kekuatan, begitu pula dengan kerekatan akan terbangun solidaritas brotherhood untuk seiring sejalan mengayomi cita cita luhur bersama.

 

Sejuta Nilai Kebersamaan yang menjadi bangunan kekerekatan yang dimiliki oleh Jaringan Alumni Muda PMII, kesamaan nasib, kesamaan traidisi, kesamaan cita cita, bahkan kesamaan harapan adalah keunggulan tersendiri menjadi sebuah penyanggah untuk mewujudkan kerekatan, walau berada diruang sosial maupun politik yang berbeda akan tetapi tetap dalam satu kerekatan, yaitu kerekatan untuk menuju perubahan penuh nilai persaudaraan antar sesama.

  • Menuju Kemandirian

Untuk merawat istiqomah dalam menjalankan ide ide dan gagasan perubahan yang mendasar, kadang kala diganggu oleh hal yang diandaikan sepele dan biasa saja dalam benak beberapa kalangan, yaitu ketergantungan pada situasi maupun kebutuhan mendesak secara sosial, politik maupun ekonomi, bila diurut secara numberid maka kebutuhan ekonomi merupakan perbincangan dasar bagi kemandirian sosial dan politik, oleh karenanya kemandirian ekonomi merupakan keniscayaan bagi sebuah perjuangan politik perubahan.

 

Semangat kemandirian dikalangan Alumni Muda PMII, telah dihantarkan sebagai perangkat dasar dalam fream berpikir dan bergerak, akan tetapi pada kenyataanya kemandirian tersebut masih berkutak pada kemerdekaan berpikir dan berbuat, serta belum menemukan ruang ruang yang tepat dalam menggalang kemandirain ekonomi, hal ini menjadi penting bagi penjaga istiqomah visi gerakan dan perubahan para alumni Muda tersebut, disisi lain kemandirian adalah prasayarat bagi para alumni muda untuk masuk keruang ruang kompetisi yang menantang dan lebih luas.

 

SE-IKAT PESAN UNTUK BANGSA KAMI.

Perwujudan maksud dan cita cita para “faunding fathers” tersebut seyogyanya harus mampu diterjemahkan secara kontekstual, sehingga tak lekat dengan kepentingan zaman, diera kekinian yang mengusung DEMOKRATISASI sesungguhnya akan hambar, jikalau saja tidak menoleh kebelakang dengann sejarah yang dimiliki bangsa ini, begitu pula DEMOKRATISASI tidak akan mampu diterjemahkan bahkan dioperasionalkan dengan efektif ketika komponen bengsa tidak mampu meneropong suasana masa datang, oleh karenanya kondisi hari ini adalah kondisi yang telah melupakan sejarah dan kehilangan kerangka acuan dimasa datang, maka kenyataan hari ini, kita bangsa kaya tapi dilanda kemiskinan yang akut, kita bangsa merdeka tapi dibawa tekanan yang terjajah, kita bangsa yang mandiri tapi dibawah “komando” bangsa yang lain.

Demokrasi adalah MEMANUSIAKAN MANUSIA (meminjam Istilah Gus Dur), tapi Hiruk pikuk discourse tentang kekuasaan dan kepentingan telah menjadi bahan diskusi tematik para pengusung Demokrasi sendiri, sementara soal soal agenda Demokratisasi berbasis kemanusiaan kerap terlupakan bahkan tercium bau amis agenda menyuntikan virus “Amnesia colecctive”  dan meninak bobokan dengan iringan kamuflase kemapanan ekonomi elit dan bukan rakyat, kegagalan mayoritas menindas minoritas serta stagnannya sirkulasi kekuasaan yang imbang bagi kepentingan bangsa.

Oleh karenya melalui kesempatan ini JAM PMII Menyerukan agar;

  1. Menjaga Demokrasi bangsa ini harus senantiasa memperhatikan semangat ; Memanusiakan Manusia, Mayoritas melindungi Minoritas, Pelembagaan kepentingan bersama untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat seutuhnya.
  2. Menjaga Keragaman, membangun kerekatan dan menjamin kemandirian setiap warga negara dalam mendapatkan hak hak hidup, beragama, berkumpul dan berekonomi yang adil.

Wallahul Muawafiq Illa Aqwamitoriq.

Rembang, Selasa 05 April 2016

Jaringan Alumni Muda (JAM) PMII Rembang

Muhammad Widad

Koordinator

 

LEAVE A REPLY