Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/8/2016). Photo: Pramdia Arhando Julianto/Kompas.com

JAKARTA, TABLOIDSOPHIA.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo membuktikan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Salah satunya yakni BUMDes Tirta Mandiri dari Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah.

BUMDes yang mulai dirintis sejak 2009 ini mampu menghasilkan laba bersih sebesar Rp 2 miliar per tahun. Menurut Eko, pencapaian itu menunjukkan besarnya potensi BUMDes dalam mengerakkan ekonomi pedesaan

“Saya terkejut ada BUMDes dengan aset Rp 6,5 miliar per tahun,” ujar Eko dalam keterangan tertulis yang diterima di, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Eko menuturkan BUMDes tersebut mengelola usaha dalam bidang destinasi wisata, kolam renang, perikanan, pembinaan PKL, penyediaan air bersih, jasa kontruksi, hingga pengadaan barang dan jasa.

BUMDes ini, kata Eko, memiliki pegawai sebanyak hingga 100 orang yang semuanya adalah masyarakat desa. Karyawan BUMDes ini mendapatkan gaji sekitar Rp 2 juta per bulan.

Eko berjanji akan menjadikan BUMDes tersebut sebagai percontohan bagi pembentukan badan usaha serupa di seluruh desa di Indonesia.

“Saya sudah diskusi dengan kepala desa Ponggok, direktur BUMDes, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pedesaan Provinsi Jateng. Mereka bersedia untuk berbagi ilmu praktek pengelolaan BUMDes di Desa Ponggok,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY