Masjid Al-Aqsa Photo: Wikipedia

Pengamat dari Universitas Al-Azhar di Mesir mengapresiasi keputusan Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO). Sebab, UNESCO telah memutuskan Masjid Al Aqsa sebagai situs suci sekaligus tempat ibadah umat Islam. Pengamat mengatakan, keputusan UNESCO dianggap sebagai kemenangan bagi Palestina dan semua umat Islam di seluruh dunia. Berawal dari ini, akan ada solusi untuk masalah yang dihadapi Palestina. Yakni mengakhiri penjajahan yang dilakukan Israel dan mengembalikan hak-hak Palestina. Menurutnya, hal ini juga dapat menjadi panggilan kepada masyarakat dunia untuk mendukung upaya Arab dan Islam dalam membantu Palestina menjadi negara yang berdaulat. Selain itu, untuk melindungi Palestina/ warganya. Setelah melalui perdebatan sejarah antara Palestina dan Israel, Masjid Al Aqsa kini diakui sebagai peninggalan peradaban Islam oleh UNESCO. Dilansir dari Dailynewsegypt, Ahad (16/10).
UNESCO atau United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization’s, telah mengeluarkan resolusi bernomor 39 COM 7A.27. Sebelumnya, resolusi itu masih berupa draft atau rancangan yang diajukan oleh negara-negara Arab dan beberapa negara barat ke UNESCO. Israel harus mencabut papan peringatan illegal di Temple Mount sejak tahun 1978 yang melarang siapapun masuk ke dalam baik Islam atau pun Kristen, kecuali Yahudi.
Resolusi itu menolak permintaan bahwa Judaism (Yahudi) memiliki koneksi dengan “Tembok Barat” (the Western Wall) yang telah ditindih dengan bangunan Temple Mount atau Kompleks Mesjid Al-Aqsa atau Al Haram.
Badan Eksekutif UNESCO di Paris mengadopsi resolusi tersebut dan menghapus hubungan Israel kepada Temple Mount atau kompleks Masjid Al Aqsa termasuk Al-Haram Al Sharif dan Al Buraq Plaza, dan juga terhadap Tembok Barat (the Western Wall).
Perlu diketahui bahwa keseluruhaan Temple Mount Complex sama artinya dengan Kompleks Mesjid Al-Aqsa, yang di dalamnya terdiri dari:
1. Dome Of The Rock atau sama artinya dengan Kubah Shakhrah
2. Al-Haram Al Sharif yaitu halaman dari Dome Of The Rock (Kubah Shakhrah)
3. Masjid Al-Aqsa sendiri, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai al-Buraq Mosque.
Resolusi UNESCO itu merujuk ke daerah Temple Mount (Kompleks Masjid Al Aqsa) yang semata-mata sebagai Masjid Al-Aqsa termasuk Al-Haram Al Sharif, dan mengabaikan klaim Yahudi ke situs tersebut. Tembok Barat (Western Wall) adalah bagian dari Al-Buraq Plaza. Hal ini menuntut agar Israel tidak membatasi akses Muslim ke Temple Mount (Kompleks Masjid Al Aqsa), dan mengutuk Israel sebagai “tindakan ilegal terhadap kebebasan beribadah” yang barada di “tempat ibadah suci Muslim”.
Hal ini menuntut kembali ke “status quo”, sejak Israel menaklukkan Temple Mount (Kompleks Masjid Al Aqsa) pada tahun 1967 silam. Menyalahkan “agresi Israel” atas kekerasan di lokasi itu. Ini juga akan mengutuk rencana Israel untuk membangun egaliter, bagian doa Yahudi non-Ortodoks oleh Robinson Arch. Robinson Arch, terletak di sisi barat daya, setelah didukung tangga yang mengarah ke Gunung. Ini menuduh Israel seakan-akan “menanamkan bibit kepalsuan kuburan Yahudi ditempat lain yaitu di pemakaman Muslim”, properti yang terletak di Waqf timur dan selatan dari Temple Mount (Kompleks Masjid Al Aqsa). Dan juga konversi lanjutan dari banyak peninggalan Islam dan Bizantium ke dalam apa yang disebut sebagai “ritual mandi Yahudi”, atau ke tempat-tempat doa kaum Yahudi. Hal ini disebut juga bahwa Hebron dan Bethlehem semata-mata sebagai “situsnya Palestina”.
Resolusi disahkan oleh dewan eksekutif dari Program dan Komisi Hubungan Eksternal (Programme and External Relations Commission) UNESCO, resolusi itu disampaikan oleh Aljazair, Mesir, Lebanon, Maroko, Oman, Qatar, dan Sudan. Sebanyak 58-anggota menyetujui resolusi dengan 33 suara mendukung, enam menentang dan 17 abstain. Dua negara, Ghana dan Turkmenistan tidak hadir.Estonia, Jerman, Lithuania, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat menentang resolusi itu. Perancis, Spanyol, Slovenia, Swedia, Rusia dan Slovenia adalah diantara negara-negara yang mendukung resolusi.
Berikut ini isi dari resolusi UNESCO melalui keputusan nomor 39 COM 7A.27 mengenai Kota Tua Jerusalem dan termasuk dinding-dindingnya tersebut:
Decision : 39 COM 7A.27
Old City of Jerusalem and its Walls (site proposed by Jordan) (C 148 rev)
The World Heritage Committee,
Inilah isi dari resolusi UNESCO bernomor 39 COM 7A.27 yang menolak permintaan bahwa Judaism memiliki koneksi dengan “Tembok Barat” atau lebih dikenal sebagai Tembok Ratapan (the Western Wall) yang telah ditindih dengan kesatuan bangunan Temple Mount (Kompleks Masjid Al Aqsa).
Berdasarkan model maket Haram-al-Sharif yang dibuat tahun 1879 oleh Conrad Schick. Maket ini dapat dilihat di musium the Bijbels Museum in Amsterdam. Tampak Dome of the Rock pada latar belakang. (wikimedia)
Perlu diingat, bahwa keputusan UNESCO yang mengeluarkan resolusi bahwa seluruh kompleks Masjid Al Aqsa menjadi milik Palestina, bukan berarti milik secara kenegaraan atau individu. Namun kepemilikan itu secara heritage, yang dilihat dari sejarah, ilmu pengetahuan dan kultur, mengingat resolusi ini dikeluarkan UNESO bukan PBB. Sejarah adalah fakta dan fakta adalah sejarah, bahwa ketika seluruh Palestina seperti dulu kala sebelum adanya Zionist, ketentraman dan toleransi sangatlah tinggi. Keamanan dan ketentraman serta keharmonisan ketika Palestina dipimpin oleh umat Muslim bukan omong kosong. Saat itu, semua umat beragama saling beribadah menurut kepercayaan masing-masing denga bebas tanpa ada intimidasi. Selain itu kerukunan umat beragama sangat indahnya. Anda dapat melihatnya pada video dibawah artikel ini “Palestina 1896” ketika umat Islam masih menguasai Palestina sebelum Zionist masuk.
Lagipula secara logika, jika umat Islam menguasai Palestina seperti dulu, pastilah semua peninggalan sejarah para Nabi dan Rasul, tanpa kecuali, akan selalu dijaga sebagai bagian dari fakta sejarah. Karena siapapun Nabinya pasti Nabi umat Islam juga. Oleh karenanya semua situs peninggalan pasti dijaga dengan baik oleh umat Islam.
Kini Kompleks Masjid Al Aqsa atau Temple Mount termasuk juga Tembok Ratapan itu diganti nama oleh UNESCO dengan mengubah nama “Western Wall” sebagai “Al Buraq Plaza” atau Plaza Al Buraq.
Pustaka:
• UNESCO.org, File PDF, Documents Original Decision Document
• UNESCO.org, File PDF, Context of Decision WHC-15/39.COM/7A.Add
• UNESCO.org, Old City of Jerusalem and its Walls (site proposed by Jordan) (C148 rev)
• rehmat1.com, UNESCO: The Western Wall is not Jewish
• breakingisraelnews.com, New UNESCO Resolution Erases Jewish Connection to Temple Mount
• wikipedia, Temple Mount (Kompleks Al-Aqsa)
• wikipedia, Dome Of The Rock (Kubah Shakhrah)

Penulis:
Abdullah Hamid
Pustaka Sambua
Lasem

LEAVE A REPLY