Megawati Soekarno Putri Photo: pekanbaru.tribunnews.com

Ibu Megawati Soekarnoputeri tampaknya kurang gaul, tidak familiar dengan orang Arab. Terbukti pidatonya pada Ultah PDIP 2017 menyatakan “kalau mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab”. Sebagai ibu dan mantan Presiden RI terdiri beragam suku bangsa, mestinya ia belajar dari sejarah Bung Karno yang berutang budi dengan orang Arab, yaitu Farraj bin Said bin Awad al-Martab. Berikut ini kisah selengkapnya:

Gus Faishal putera KH.A.Hamid Baidlawi mantan Anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung) Penasehat Presiden masa Megawati menyampaikan bahwa: RUMAH PROKLAMASI HIBAH PEDAGANG ARAB. Di Bawah ini adalah Kopas dari Pak Tedjo Mantan Menkopolhukam ke Japri beliau mendesak Mbak Mega secara Pribadi maupun sebagai Ketua Umum PDIP meminta Maaf kepada Umat Islam, Bangsa Arab dan Bangsa Indonesia atas ucapannya dalam Pidato Politik di HUT PDIP beberapa waktu lalu. ORANG ARAB PEMILIK ‘RUMAH PROKLAMASI’ BERJASA BAGI INDONESIA.

Selama ini kita hanya tahu kalau proklamasi kemerdekaan yang diucapkan oleh Bung Karno berlangsung di Jalan Pegangsaan Timur no. 56. Selebihnya kita tidak tahu siapa gerangan pemilik dari rumah yang sangat bersejarah ini. Siapa empunya rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno hingga tanah dan bangunannya dihibahkan pada negara. Beliau adalah Faradj bin Said bin Awad Martak. Pedagang Indonesia keturunan Arab ini mengizinkan rumahnya digunakan untuk upacara proklamasi. Bahkan, selama Bung Karno di sana, beliau membantu menyembuhkan penyakit dari Bung Karno. Berikut kisah dari Faradj bin Said yang jangan sampai dilupakan oleh sejarah.

Berkat jasa beliau, proklamasi bisa dilakukan dengan lancar dan tanpa gangguan apa pun. Sedikit Mengenal Faradj bin Said_Faradj bin Said adalah seorang pedagang yang cukup sukses di masa itu. Beliau lahir di Hadramaut lalu tumbuh dan akhirnya menetap di Indonesia dengan menjalankan sebuah perusahaan. Sebagai seorang pebisnis yang sukses, Faradj bin Said ternyata tidak lupa daratan. Beliau justru dikenal aktif berjuang untuk Indonesia dan membantu pejuang agar negeri ini segera merdeka. Kekayaan yang dimiliki oleh Faradj bin Said ternyata dipergunakan dengan baik untuk negeri ini.

Beliau tidak segan-segan memberikan sejumlah dana atau bahkan tanah kepada negeri ini agar cita-cita negeri ini bisa tercapai. Bagi Faradj bin Said, mengabdi untuk negeri ini adalah kewajiban di samping dia tetap bekerja sebagai seorang pebisnis yang andal. Rumah Proklamasi yang Diberikan kepada Negara_Salah satu bentuk perjuangan dari seorang Faradj bin Said adalah pemberian rumahnya kepada para pejuang. Rumah di Pegangsaan Timur no.56 yang kita kenal baik sebagai lokasi dari proklamasi kemerdekaan adalah milik dari Fardj bin Said. Beliau mengizinkan Bung Karno tinggal di sana setelah peristiwa Rengasdengklok terjadi.

Di Pegangsaan Timur No. 56 dini hari sebelum proklamasi diadakan, Bung Karno dan golongan tua serta muda berkumpul di sini. Setelah naskah proklamasi dirumuskan, semuanya berkumpul dan menunggu saat yang tepat untuk melakukan proklamasi kemerdekaan. Semua orang datang ke sini meski sembunyi-sembunyi dari militer Jepang yang masih belum menerima kekalahannya dari sekutu. Jasanya juga membantu mengobati penyakit Bung Karno. Sebelum proklamasi kemerdekaan yang akhirnya dikumandangkan, Bung Karno mengalami sakit yang cukup parah. Beliau mengidap beri-beri dan juga malaria. Dua penyakit ini menyebabkan tubuh dari proklamator ini terus lemas. Melihat Bung Karno yang cukup mengkhawatirkan, Faradj bin Said akhirnya memberikan Bung Karno sebuah madu yang sangat berkhasiat bernama sidr bahiyah. _Dengan madu yang sangat berkhasiat ini, kesehatan dari Bung Karno lambat laun membaik. Beliau mampu bertahan meski harus banyak tidur untuk memulihkan stamina.

Oh ya, menurut dokter pribadi dari Bung Karno, penyembuhan yang dialami Bung Karno cukup signifikan berkat madu Faradj bin Said dan juga obat yang dia berikan. Dari Sahabat Baik Bung Karno yang Hobi Menghibahkan Tanah_Setelah kesehatannya membaik, Bung Karno akhirnya mampu mengumandangkan proklamasi kemerdekaan dengan baik. Di rumah yang dimiliki oleh Faradj bin Said, perubahan besar bagi negeri ini, akhirnya Proklamasi Kemerdekaan berjalan dengan baik hingga Bung Karno memberikan ucapan terima kasih resmi kepada Faradj bin Said setelah menjadi presiden.

Ucapan terima kasih negara_Setelah digunakan sebagai lokasi proklamasi kemerdekaan, rumah yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur no. 56 diberikan kepada negara. Faradj bin Said menghibahkan rumah itu agar saksi sejarah itu bisa dikelola dengan baik oleh negara. Selain kediamannya, beliau juga pernah menghibahkan tanah dan membangun masjid besar Al-Azhar_di Kebayoran Baru. Faradj bin Said mungkin tidak kenal sebagai pahlawan-pahlawan yang berjuang untuk negeri ini. Namun perjuangan yang diberikannya pada negeri ini tidaklah sedikit, bahkan Bung Karno sampai mengagumi sosok pedagang pekerja keras ini.

Gus Faishal kemudian menyitir hadits nabi yang artimya: “Cintailah arab karena 3 hal, (1) karena saya orang arab, (2) karena al-Quran berbahasa arab, dan (3) bahasa penduduk surga adalah bahasa arab.” (HR al Hakim, at-Tabbrani, al-Baihaqi)
Lasem, 29 Januari 2017

Referensi serupa sejarah Rumah Proklamasi dapat ditemukan di: Islamedia – Ditulis oleh Mansyur Alkatiri Dipublikasikan pertama di arabindonesia.com
Penulis : Abdullah Hamid

LEAVE A REPLY