Suasana photo bersama saat penutupan acara

TABLOIDSOPHIA.COM – Prihatin dengan pemberitaan palsu atau hoax yang beredar dan berkembang pesat, Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (Ponpes MIS) yang berada di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang mengadakan pelatihan jurnalistik dan media digital. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari (23-25/5/2017) tersebut mengusung tema “menjaga negeri, memperkuat iman, memperkokoh persaudaraan”.

Gus Baehaqi sapaan akrab “Imam Baehaqi” ketua panitia kegiatan, dalam sambutannya di acara penutupan mengungkapkan, dengan diadakannya pelatihan jurnalistik dan media digital ia berharap para peserta bisa bersikap kritis dan evaluatif dari segala sesuatu yang terjadi di lingkungan, negeri dan agama.

Lebih lanjut ia menjelaskan, teknologi informasi itu merupakan teknologi yang diciptakan manusia dengan tujuan untuk mempermudah segala sesuatu. Akan tetapi pada sisi yang lain juga ada sisi ancaman, seperti mudahnya menyebarkan informasi palsu atau hoax.

Maka dari itu pelatihan jurnalistik dan media digital ini penting untuk dilakukan agar membentuk kesadaran dan kemampuan jurnalistik generasi muda bangsa untuk menangkal berita-berita palsu atau hoax dan agar bisa menyebarkan berita-berita yang benar. Meluruskan hal-hal yang salah itu akan bernilai dakwah dan bernilai manfaat bagi masyarakat. “Tuturnya”.

Gus Baehaqi menaruh sebuah harapan bagi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut agar bisa menjadi agen-agent kebenaran, kemaslahatan dan perubahan perubahan sosial lebih baik. Bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama. “Tutupnya”.

Camat Sarang Eddy Kiswanto yang datang mewakili Bupati Rembang Abdul Hafidz, dalam pidatonya mengatakan, menguasai jurnalistik dan teknologi itu penting. Dengan jurnalistik kita bisa menulis untuk mengabarkan hal-hal yang positif.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Kiswanto berpesan dan memotivasi peserta pelatihan, “yang menguasai Iptek akan memenangkan dunia, yang mau membaca itulah yang akan menguasai dunia, yang akan menulis itulah yang akan dikenang dunia, jadi menulislah banyak-banyak tentang hal yang positif agar dikenang dunia”. Tuturnya.

Kegiatan pelatihan yang diikuti 48 peserta ini berasal dari berbagai kalangan, dari pelajar SMA sederajat, Mahasiswa, Santri dan para Pemuda. Selain dari Rembang, peserta pelatihan ada juga yang dari luar daerah, ada yang dari Surabaya, Lamongan, Grobogan dan Jogja.

Penulis/editor: Muhammad Widad

LEAVE A REPLY