Beberapa foto yang memperlihatkan siswa-siswa SMK Muhammadiyah Rembang yang sedang kemah Hizbul Wathan (HW) makan di tanah viral beberapa waktu yang lalu. Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Pramuka Rembang, Bayu Andrianto angkat suara. 

“HW lepas dari Pramuka. Apa yang terjadi dengan HW tidak ada sangkut pautnya dengan Pramuka,” ujarnya, Rabu (6/9/2017). 

Ia menjelaskan, HW merupakan sebuah pandu organisasi yang telah berdiri lebih dahulu dibanding pramuka. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan juga menyerupai kegiatan didalam Pramuka, namun berbeda unsur.

“Kami dari Kwarcab tidak pernah menginstruksikan kepada para pembina untuk melakukan tindakan yang demikian. Kegiatan bukan dari Pramuka tapi dari Hizbul Wathon yang disini adanya keteledoran ataupun kurangnya pengawasan,” imbuhnya.

Foto-foto yang beredar luas ini menuai banyak kritik. Dalam foto-foto tersebut menggambarkan sejumlah siswa yang mengenakan seragam identitas SMK Muhamadiyah Rembang sedang beraktivitas layaknya makan nasi bungkus bersama. Namun yang jadi persoalan, dalam foto tersebut justru kertas minyak pembungkus nasi disisihkan.

Nasi justru diletakkan diatas tanah secara langsung tanpa menggunakan alas makanan. Beberapa siswa menunjukkan gerakan seperti orang yang sedang makan. Dalam foto menunjukkan para siswa sedang berada tepat di sebelah sebuah tenda perkemahan.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala SMK Muhamadiyah Rembang, Parno membenarkan gambar-gambar dalam postingan tersebut memang merupakan siswa dari sekolah yang dipimpinnya itu. Gambar tersebut diambil saat SMK Muhammadiyah menggelar kemah Hizbul Wathon (HW), di Lapangan Desa Ngotet, Kecamatan Kota Rembang pada tanggal 26-27 Agustus kemarin.

Namun, pihaknya menyatakan apa yang terjadi dalam foto tersebut hanyalah rekayasa. Siswa yang ada di dalam foto itu adalah panitia kemah. Ia menegaskan tidak ada tindakan perploncoan yang meminta agar peserta kemah makan tanpa alas di atas tanah. 

Lebih lanjut ia mengaku gambar tersebut diambil oleh salah seorang alumni yang kebetulan saat kegiatan berada di ligkungan perkemahan. Sedangkan yang di dalam foto merupakan siswa kelas XI.

Saat diminta untuk dipertemukan dengan siswa yang bersangkutan, Parno mengaku kelas XI sedang mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) mulai awal bulan September sampai enam bulan ke depan.

LEAVE A REPLY