Jatuhnya Singapura diikuti dengan runtuhnya keberadaan Inggris di Asia Tenggara, mempercepat gerakan Jepang maju ke selatan pada bulan Maret 1942. Pada 1 Maret 1942 angkatan bersenjata Jepang mendarat di beberapa tempat di pantai utara Jawa, termasuk Kragan. Dan pada tanggal 8 Maret, Hindia Belanda menyerah pada Jepang.

Pada permulaan pendudukannya, Jepang membuat Lasem sebagai salah satu dari 6 pusat pembuatan kapalnya di Jawa. Hal itu karena Lasem mempunyai letak yang sangat strategis dari sudut pandang militer. Di Dasun dimana sudah ada fasilitas pembuatan kapal yang dibuat oleh Belanda, maka Jepang memperluasnya dan membuatnya sebagai prioritas utama militer Jepang.

Jepang membutuhkan transpor laut untuk mengirim pasokan vital dari makanan dan obat-obatan kepasukannya yang terkepung di Guinea dan Morotai yaitu pulau di timur laut Menado. Pusat pembuatan kapal yang lain adalah Pasar Ikan ( Jakarta), Cirebon, Tegal, Pekalongan, dan Joeana.

Program pembuatan kapal Jepang memperkerjakan 44.000 orang Indonesia yang diawasi oleh 215 insinyur Jepang untuk membangun 150 kapal yang sebagian besar bertenaga disel pada tahun 1942. Pada tahun 1943 diluncurkan 127 kapal,
Di Lasem 3 kampung dipindahkan dan beratus–ratus orang dibawa oleh Jepang sebagai bagian dari program pembuatan kapal ini . Pekerja-pekerja tersebut diasramakan diberbagai kampung disekitar Soditan .
Sumber : Hariyono Soeparto (Sambua)

LEAVE A REPLY