Koordinator JAM PMII Rembang menyerahkan kumpulan sumbangan dari warga desa untuk Tasmin korban kebakaran.
Koordinator JAM PMII Rembang menyerahkan kumpulan sumbangan dari warga desa untuk Tasmin korban kebakaran.

Sebuah rumah milik Tasmin (60) yang berada di Desa Bonjor Kecamatan Sarang, Rembang, Rabu (17/1/18) pagi hangus dilalap si jago merah. Kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik.

Kapolsek Sarang AKP I Made Hartawan menyebutkan, api pertama kali diketahui tetangga depan rumah korban, muncul dari dalam rumah sebelah kiri depan. Saat itu, sang pemilik rumah sedang pergi membantu tetangga yang punya hajat.

“Melihat kepulan asap dari dalam rumah sebelah kiri depan, lalu saksi berteriak meminta tolong tetangganya, kemudian saksi dan beberapa warga datang untuk membantu memadamkan api dengan cara tradisional menggunakan ember,” papar Kapolsek.

Untuk mencegah agar api tidak merembet ke bangunan lainnya, rumah dirobohkan oleh warga setempat. Adapun bangunan rumah berukuran 6×8 meter, pada dinding depan terbuat dari tembok, kemudian dinding kanan kiri, belakang dan bagian dalam terbuat dari papan kayu.

“Lemari pakaian, kasur kapuk, gabah 100 kg, jagung 100 kg, beras 25 kg dan semua perabot rumah tangga lainnya tidak dapat diselamatkan,” jelasnya.

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), bangunan rumah yang terbakar tersebut memanfaatkan penerangan listrik dengan cara menyalur dari listrik tetangga. Terlebih kabel yang digunakan bukanlah kabel standar PLN, melainkan kabel audio.

“Akibat dari peristiwa tersebut, korban menderita kerugian sebesar Rp 20 juta,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Widad Koordinator JAM PMII Rembang bersama para pemuda desa Bonjor melakukan penggalangan dana ke rumah-rumah penduduk mengumpulkan bantuan untuk diberikan kepada keluarga korban kebakaran.

“Alhamdulillah banyak yang membantu, dari mulai warga setempat, pemerintah desa, Forkopimcam Sarang, PMI Rembang dan warga tetangga desa juga turut memberikan bantuan. Warga juga siap bergotong-royong untuk membantu pembangunan rumahnya korban”, jelasnya.

Penulis/editor: Kukuh Sulthon Wicaksono

LEAVE A REPLY