Jaringan Alumni Muda PMII Rembang bekerjasama dengan PC PMII Rembang sukses menggelar Seminar dengan tema “Antisipasi Perkembangan Radikalisme di Kalangan Generasi Muda” pada tanggal 30 Juni 2018 di Gedung NU Rembang. Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 pemuda yang berasal dari Perguruan Tinggi di Kabupaten Rembang.

“Seminar Antisipasi Perkembangan Radikalisme dirasa perlu untuk dilakukan mengingat radikalisme dapat menjangkit berbagai kalangan baik di kota besar maupun kota kecil. Hal ini perlu upaya segera untuk mengantisipasi meluasnya paham radikal terutama di kalangan pemuda, dimana kalangan pemuda merupakan salah satu sasaran dari kelompok radikal.” Jelas Muhammad Widad selaku koordinator Jaringan Alumni Muda PMII Rembang.

Beberapa tokoh di Rembang yang memiliki pemahaman luas mengenai radikalisme dan terorisme pun turut diundang untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya kepada lebih dari 100 peserta yang hadir. Diantaranya ada Gus Ubaidilah Achmad dan Gus Adib Bisri Hattani.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ubaidilah menyampaikan mengenai asal muasal gerakan radikalisme di Indonesia serta kajian-kajian ilmiah beliau mengenai radikalisme dan terorisme. Tak lupa beliau juga menyampaikan kepada peserta yang hadir mengenai cara yang tepat untuk menjaga keutuhan NKRI. Akademisi yang sekaligus merupakan Dosen di UIN Semarang berpendapat bahwa pada dasarnya radikal tidak salah, yang kemudian menjadi masalah adalah ketika radikal dijadikan sebagai ideologi dan cara untuk mengekslusifkan diri serta tidak mau menerima adanya perbedaan dengan kelompok lain. Radikal yang dipahami sebagai ideologi berpotensi mengancam keutuhan NKRI. Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk melawan bersama-sama.

Pada sesi selanjutnya, Gus Adib Bisri Hattani juga menyampaikan mengenai sebab radikalisme dilihat dari konteks nasional dan internasional. Beliau menyampaikan dengan sangat rinci berbagai gerakan di Indonesia maupun di dunia yang memiliki paham radikal. Salah satu tokoh dan pengurus PC NU Rembang ini juga menegaskan bahwa generasi muda NU seharusnya mampu mengambil peran dalam menangkal radikalisme. Selain itu diharapkan para peserta yang hadir bisa melajutkan perjuangan ulama-ulama di Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI.

Setelah disampaikan pemaparan materi dari kedua pembicara, dilanjutkan dengan diskusi aktif oleh para peserta yang hadir. Sebelum acara ditutup, Rusdi perwakilan dari KODIM Rembang yang berkesempatan hadir juga menyampaikan pesannya untuk turut bersama-sama melawan radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI. Tugas tersebut pada dasarnya bukan merupakan tugasTNI dan POLRI saja, akan tetapi tugas seluruh warga negara Indonesia. “Diharapkan kegiatan semacam ini dapat diadakan kembali dengan sasaran yang lebih luas mengingat bahwa radikalisme dapat membahayakan negara” Ujarnya. (Ida Nurokhmah)