Rembang, TABLOIDSOPHIA.COM – Di Rembang orang batalkan puasa dengan minuman alami tradisional. Air getah pohon aren yang legit sedikit asam jadi pemulih energi andalan.

Di Kabupaten Rembang, Jateng, terdapat salah satu minuman khas dan paling diburu guna disajikan sebagai hidangan berbuka puasa. Namanya legen, minuman tradisional yang merupakan cairan getah pohon bogor atau yang akrab disapa pohon aren.

Minuman ini dapat dengan mudah dijumpai di wilayah Desa Kebonagung, Desa Pedak, Desa Bogorame, Kecamatan Sulang, Rembang. Biasanya, para pedagang minuman ini berjualan di bawah kebun pohon bogor.

Legen memiliki rasa yang menyegarkan, manis, serta terdapat sensasi asam getir yang menambah cita rasa. Legen pun dipercaya masyarakat setempat dapat menyembuhkan penyakit maag.

Karena tak bercampur pengawet ataupun pemanis buatan, legen hanya mampu bertahan selama dua hari, setelahnya akan menjadi basi. Untuk harga satu botol ukuran 1,5 liter, berkisar Rp 8 ribu. Legen biasa dijual berdampingan dengan siwalan, seharga Rp 15 ribu per bungkus isi sekitar 5 buah.

Salah satu penjual legen, Sugini warga Desa Kebonagung menyebutkan, legen setiap tahun menjadi minuman favorit untuk berbuka puasa. Terbukti dari angka penjualan yang meningkat drastis ketika tiba bulan Ramadhan.

“Kalau hari biasa kan orang beli pas pagi hari, biasanya ya 15 itu paling ramai. Tapi sekarang ini ada dua waktu warga beli legen ini, pas pagi jumlahnya masih sama dengan hari biasa kisaran 15 botol, tapi pas sore harinya bisa sampai 30 botol lebih,” katanya kepada wartawan, Senin (28/5/18).

Saking larisnya, ia menyebut banyak legen palsu yang dijual di pinggiran jalan. Palsu yang dimaksud yakni sudah dicampur dengan bahan pengawet dan pemanis buatan.

“Cara bedakan, rasanya itu beda manisnya alami. Biasanya yang asli jualannya itu di bawah pohon langsung, tidak dikemas botol plastik, tapi masih di bumbung (potongan) bambu seperti ini karena itu legennya baru turun dari pohon. Kalau ada orang beli, baru dipindah ke botol plastik. Biasanya kalau beli sudah dalam botol plastik, itu sudah campuran,” terangnya.

Salah seoraqng pembeli, Bayu warga Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Pati, mengaku sengaja jauh-jauh datang dari Pati hanya untuk membeli legen. Menurutnya, legen sudah banyak dikenal masyarakat di Pati karena rasanya yang khas.

“Legen di sini kan memang terkenal, saya memang sudah langganan beli disini, di Sulang. Ini tadi memang sengaja kesini buat beli legen, biasanya kalau pas pergi ke Blora, mampir beli legen disini dulu buat diminum bareng-bareng keluarga,” paparnya. (dvs/odi)