Gambar: http://astro-event.blogspot.com

MENYIKAPI BUMI DATAR/BULAT, FILSAFAT DAN RAHASIA TUHAN

To Sahabat Diskusiku

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ijinkan saya Al-Faqir melanjutkan sisa-sisa diskusi kita yang belum tuntas, dan kali ini saya ingin memberi kesimpulan pandangan saya. Dan pandangan Al-Faqir hanya bermaksud memperkaya diskusi keilmuan semata, tidak bermaksud merasa benar dan menyalahkan pandangan yang lain. Bahkan Al-Faqir yang masih merasa perlu mendapatkan bimbingan.
Orang yang berfilsafat saja itu bahaya, sebaliknya orang yang beragama saja juga berbahaya. Jadi harus berfilsafat dan beragama.
“KH. Abdul Gofur MZ yang saya dengar dalam acara ta’aruf Mahasiswa STAI AL-ANWAR”.
Karena menyangkut agama dan filsafat, tentu kita harus bahas keduanya. Tapi Al-Faqir hanya akan bahas filsafat sesuai dengan apa yang Al-Faqir tau sedikit tentang filsafat.
Filsafat (dari bahasa Yunani φιλοσοφία, philosophia, secara harfiah bermakna “pecinta kebijaksanaan” adalah kajian masalah umum dan mendasar tentang persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa.
Dari cuplikan pengertian filsafat yang saya ambil dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Filsafat
Kurang tepat jika filsafat hanya diartikan identik dengan logika; logis dan masuk akal. Perlu kecermatan bahwa ada beberapa hal yang mencakup apa itu filsafat adalah kajian masalah umum dan mendasar tentang persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa. Tentu ini cakupan pengertian luas dan harus didalami lebih dalam lagi agar tidak terjadi pemahaman sepotong dan tidak utuh.
Agar utuh dalam memahami saya ingin mengutip arti logika dari kamus KBBI yang memiliki makna lebih dari satu (ambiguitas).
Disini makna no 1 dan no 2 berbeda namun memliki sifat komprehensif (menyeluruh; saling terkait).
Berikut kutipan dari kamus KBBI:
LOGIKA;
1 pengetahuan tentang kaidah berpikir;
2 jalan pikiran yg masuk akal:
keterangan saksi tidak ada — nya;
— bernilai majemuk sistem logika yg dalam penafsiran dalilnya mengandung lebih dari dua makna atau secara umum mengandung sejumlah makna pasti atau tidak pasti;
— deduktif alur berpikir dengan menarik kesimpulan mulai dari yang umum menuju kepada yang empiris atau hal yang khusus;
— formal metodologi berpikir yang berkenaan dengan struktur atau bentuk logika melalui abstraksi isi pemikiran yang merumuskan hukum dan asas yang disyaratkan untuk mencapai hasil yang berlaku dalam mendapatkan pengetahuan melalui penarikan kesimpulan yang bagian-bagiannya dipertalikan dengan isi tersebut;
— induktif alur berpikir yang menarik kesimpulan mulai dari pengalaman empiris menuju kepada yang umum atau general;
— matematik penggunaan metode matematik dan suatu bahasa istimewa berupa lambang dan rumus di bidang logika formal;
— simbolik logika matematik (Kamus KBBI google play).
Dari pengertian logika secara arti istilah saja panjang, apalagi dalam pembahasan yang detail tentu akan tertuang dalam banyak buku. Dan tentunya uraian pembahasan filsafat tidak bisa disimpulkan secara sempit dengan arti filsafat adalah logika atau logis saja, karena dalam filsafat ada nilai atau pandangan lain yang tidak logis. Misalkan saja filsafat agama atau filsafat Islam yg tidak bisa semuanya dikupas secara logis namun tetap ada pembahasannya secara baik dan benar.

Melanjutkan pada diskusi tentang Al-Qur’an sepengetahuanmu adalah kitab suci penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya (Injil /Turat dan yang lain). Dan menurutmu Injil/Taurat sudah tidak ada dan sudah disempurnakan di dalam Al-Qur’an.
Jadi begini, ada salah satu rukun iman yg berbunyi “percaya kepada kitab-kitab Allah”. Jadi kita harus mengimani semua kitab Allah.
Menurut KH. Baha’udin Nur Salim (Gus Baha’ Naru’an) melalui ngajinya yg saya simak lewat mp3.
“Injil yang sekarang yang ada itu tidak semua salah dan tidak semua benar”.
“Jadi kalo isi Injil yg isinya sama dengan ajaran agama kita ya anggap saja benar, dan kalo bertentangan atau tidak sama anggap saja salah. Gitu saja kok repot” imbuhnya sambil tertawa dan nada bercanda.
Tapi kita harus hati-hati intinya jangan anggap Injil yg sekarang itu salah semua dan benar semua.

Mengenai diskusi kita tentang cara berdo’a yang baik.
Berdo’a yang baik dan benar tentu cara berdo’a seperti yang sesuai Al-Qur’an dan Hadist atau tata cara lain yang tidak menyimpang dengan ajaran.
Mengingat Allah itu Maha pemurah, pengasih, penyayang dan sebagainya, berdo’a itu bagiku simpel, pakai Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa tidak masalah.

Mengenai Yasin yang tidak ada artinya.
Jika tidak ada artinya masih bisa memahaminya dengan asbabunnuzul.

Mengenai Asmaul Husna.
Dan disebutkan di dalam kitab tafsir Imam Al-Istirabadziy :
“Sesungguhnya Allah mempunyai 4.000 nama. 1.000 di antaranya tidak ada yang mengetahui selain Allah, dan 1.000 di antaranya tidak ada yang mengetahui selain malaikat, 1.000 ada di al-lauh al-mahfudh, 300 ada di At-Taurat, 300 ada di Al-Injil, 300 ada di Az-Zabur, dan 100 di antaranya ada di Al-Qur’an yang 99 tampak jelas, dan yang 1 samar tersembunyi, yaitu Al-Ismu Al-A’dham yang tidak ada yang mengetahui kecuali para Nabi dan para Rosul.”
Terimakasih atas referensi pembelajaran untuk Al-Faqir bahwa ada rahasia Allah seperti referensi tersebut diatas. Ternyata ada yg dirahasiakan selain takdir kematian, rizqi dan jodoh.

Catatan pentingnya adalah kita untuk tetap terus menggali dan mempelajari agama dan filsafat agar tidak terpaku pada kebingungan dalam pembahasan rahasia. Hal yang tidak menjadi rahasia dalam banyak hal disitulah menarik untuk dipelajari (beragama dan berfilsafat). Dengan kata penyederhaan Al-Faqir yg awam, Al-Faqir memberi kesimpulan filsafat itu berfikir bukan logis semata.
Filsafat bukan barang haram untuk dipelajari, orang yang berfilsafat berarti dia berfikir.
100 ayat Al-Qur’an memberi perintah untuk berfikir dan menghayati.
http://sayahafiz.com/index/7/AL-QURAN/3162/Perintah%20untuk%20berfikir%20dan%20menghayati.html

Mengenai bumi datar/bulat?
Masalah perbedaan seperti ini adalah masalah perbedaan penafsiran keilmuan dan bukan masalah akidah kepercayaan yang menjadikan seseorang kafir.
Secara sains masih mengatakan bumi bulat.
Berikut link yang perbedaan datar/bulat menurut ulama
https://muslim.or.id/28368-apakah-bumi-bulat-bola-atau-datar-menurut-pandangan-syariat.html
KH. Buya Yahya mengatakan bulat
https://youtu.be/d6tj2trE6S8
Quraish Shihab:
Bumi diciptakan bulat atau lonjong tetapi dijadikan untuk hidup manusia yang hidup di permukaan bumi ini dia terus datar, selama anda berada di bumi, anda tidak lihat bumi ini itu bulat.
https://youtu.be/wU9GPbSaGjM

Al-Faqir kira catatan diskusi ini cukup sekian dulu. Tentunya apa yang Al-Faqir tulis masih banyak kekurangan, dan apabila terdapat kekeliruan dengan senang hati Al-Faqir untuk dikoreksi dan diluruskan.
Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bonjor, 27 Ramadhan 1439 H / 11 Juni 2018
Hormat Al-Faqir,
Muhammad Widad