PROFIL MASJID JAMI’ LASEM
Jalan Eyang Sambu No.1 Kec.Lasem Kab.Rembang, Telp (0295) 531.500

Menurut sejarah, pendiri pertama Masjid Jami Lasem kecamatan Lasem adalah Mbah Sambu, atau yang dikenal dengan nama Sayyid Abdurrohman Sambu, pada tahun 1625 M.. Masjid ini terletak di Kelurahan Karangturi Kecamatan Lasem, tepatnya di JL. Eyang Sambu no. 1 Telp. ( 0295 ) 531500. Memiliki luas tanah 7.300 m², dengan luas bangunan utama masjid + 2900 m². Berdasarkan luas bangunan tersebut, masjid ini memiliki daya tampung sekitar 3500 jama’ah. Sedangkan sisa tanah digunakan untuk bangunan tempat wudhu, gedung perkantoran, gudang, tempat parkir, gedung madrasah dan kawasan bisnis (pertokoan dan swalayan). Tidak kalah pentingnya, beberapa makam kiai dan ulama besar tanah Jawa asli lasem dimakamkan di komplek pemakaman masjid ini.

Lasem tekenal dengan kota santri, dengan pondok pesantren dan para ulama yang memiliki pengaruh besar di tanah Jawa.. Arsitektur bangunan makamnya lebih dominan mengikuti perpaduan dari unsur Jawa-Cina-Islam. Di bagian atap dalam masjid terdapat tumpangsari terbagi 3 trap yang mencerminkan symbol ajaran agama islam ; iman, islam, dan ihsan. Sementara Singkup 5 trap mencerminkan rukun Islam (sahadat, sholat, puasa, zakat dan menunaikan hají).

Ditinjau dari social ekonomi, mata pencaharian masyarakat kota Lasem sangat heterogen, mengingat secara geografis Lasem termasuk kota pesisir. Masyarakat pribumi mayoritas bermata pencaharian petani dan nelayan, sedangkan beberapa orang pendatang adalah berprofesi sebagai pengusaha, pedagang, biro angkutan, PNS / ABRI, dan pensiunan. Sebagai kota santri, wajar jika setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masjid mendapat atensi yang terbesar dari masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh masjid BESAR LASEM
Sebagaimana umumnya prototype masjid-masjid kuno di Indonesia, di belakang kawasan masjid ini ( dibelakang dan camping masjid ) terdapat makam para pendiri dan ulama-ulama sepuh Lasem, yaitu :
1. Adipati Tejokusumo I atau mbah Srimpet, wafat tahun 1632 M
2. Sayyid Abdurrohman Sambu, wafat tahun 1671 M
3. Mbah Djoyotirto atau KH. Baedhowi Awwal, pendiri PP. Al-Wahdah, wafat tahun 1950 M.
4. KH. Cholil Bin Abdurrosyid, pendiri PP. Annur, wafat tahun 1948 M.
5. KH.Baidhowi Tsani, Pengasuh PP Al Wahdah dan Pendiri NU
6. KH. Ma’soem Ahmad, pendiri PP. Al-Hidayat, wafat tahun 1972 M.

Dalam perkembangannya, Masjid Besar lasem mengalami beberapa kali renovasi atau revitalisasi, yang pada tahap akhir renovasi itu, bahkan menambah bangunan timurnya, meski dengan tetap menjaga bentuk arsitektur aslinya :
• Tahun 1976 : Renovasi pada masa nadzir Kyai Makmur atas ide KH. Masduqi Sulaiman, pembuatan serambi samping bagian selatan, untuk tempat berjama’ah putri. Atas restu KH. Fathurohman, pendiri PP. Nailun Najah, wafat tahun 1968 M
• Tahun 1981 : Renovasi oleh KH. Abdurrohiem Abdullah, membongkar masjid bagian depan dan memindahkannya di sebelah utara disamping bangunan gedung madrasah masjid.
• Tahun 1990 : Renovasi oleh KH. Ahmad Thoyfoer. Pada tahap ini dilakukan pembangunan total bagian depan dan tengah masjid, dengan arsitektur bergaya semi modern. Dibangun pula 2 bangunan tempat wudhu baru (bagian depan/putra dan samping selatan/putri), renovasi komplek makam mbah Maksoem, pavingisasi halaman sekitar masjid dan pembangunan pagar samping masjid.
• Tahun 2007 : renovasi oleh KH. ZAENUDDIN MF. Pemugaran dan pembangunan kembali bagian utama masjid, dengan arsitektur bergaya Jawa-Cina-Islam. Pembangunan makam mbah sambu, dan kawasan pusat bisnis dan wisata agama masjid Besar lasem.

Sebagaimana masjid – masjid yang lainnya, masjid BESAR LASEM memiliki Fasilitas penunjang ruangan seperti sound system, karpet, sajadah, mukena, kipas angin, jam dinding, dll, dan ruang-ruang pelengkap yaitu tempat wudlu, terletak pada lokasi yang mudah dijangkau yaitu sebelah timur, selatan dan barat masjid, ruang kantor, ruang gudang dan tower air. Selain itu, masjid BESAR LASEM juga memiliki unit usaha yang berupa pusat pertokoan dan swalayan masjid yang terletak sebelah barat masjid. Kawasan bisnis ini semakin menjadi pelengkap keberadaan masjid Besar Lasem sebagai pusat pengembangan bisnis dan wisata agama kebanggaan ummat islam sekitar.

Dalam usaha memakmurkan dan memanfaatkan masjid sebagai tempat ibadah, pembinaan dan pengembangan potensi ummat dan meningkatkan kesejahteraan ummat, pengelola Masjid BESAR LASEM merancang program-program kerja yang bertujuan untuk melakukan pembinaan ibadah, membentuk majlis ta’lim, mengadakan peringatan hari besar islam, dan mengembangkan kawasan masjid sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis syariah dan tempat tujuan wisata agama, dengan mekanisme kerja sebagai berikut :

Bidang peribadatan :
Dalam pembinaan peribadatan, yang diprioritaskan adalah sholat Rowatib dan sholat Jum’at. Usaha pembinaan ini dengan cara :
1. Menulis jadwal imam sholat rowatib untuk menarik jama’ah
2. Panggilan sholat melalui pengeras suara/ADZAN
3. Memutar kaset murrotal menjelang pelaksanaan sholat rowatib
4. Menulis daftar chotib sholat jum’at pada papan pengumuman
5. Membersihkan masjid dan sekitarnya menjelang sholat rowatib dan sholat jum’at
6. Menyediakan kotak infaq pada waktu hari jum’at
7. Sebelum chotib naik mimbar pengurus masjid mengumumkan hal – hal yang dianggap penting seperti kas keuangan masjid baik pemasukan maupun penggunaannya.

Bidang PHBI :
Peringatan Hari – hari Besar Islam ini merupakan usaha memelihara syiar islam. Peristiwa bersejarah yang lazim diperingati oleh Masjid BESAR LASEM adalah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disemarakkan dengan mengadakan khitanan massal dan kirab anak – anak yang dikhitan, Isra’ Mi’raj dan Nuzulul Qur’an, Selain itu juga termasuk kegiatan penyelenggaraan Sholat Idul Fitri, Idul Adha dan penyembelihan Hewan Qurban. Peringatan HAUL Mbah Sambu (pendiri masjid), biasanya dilaksanakan 3 hari setelah iedul adha, selama 3 hari 3 malam, dengan rangkaian acara seperti bazar murah, lomba hadroh, pengajian akbar, dll. Mengingat luasnya kegiatan peringatan hari – hari besar islam ini, biasanya dibentuk panitia dengan mengikutsertakan remaja masjid, pengurus, pejabat setempat dan organisasi sosial di lingkungan Kabupaten Rembang.

Bidang Pendidikan dan Perpustakaan :
Dalam bidang ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengadakan pengajian Majlis Ta’lim Jama’ah Masjid BESAR LASEM yang diselenggarakan tiap bulan suci romadhon, ba’da dhuhur jam 12.30 s/d 13.30, sore ba’da ashar jam 16.00 s/d 17.45 dan pagi ba’da subuh Pengajian ini diikuti semua lapisan masyarakat agama islam yang berminat. Juga dilengkapi Perpustakaan Masjid Jami’ Lasem dengan Pengelola : Abdullah, S.IP

Bidang Remaja :
Pembinaan bidang ini dimaksudkan membina para remaja masjid agar memiliki kesadaran bermasyarakat, kepribadian yang islami dengan mengirimkan remaja masjid menjadi peserta pelatihan – pelatihan baik tingkat propinsi atau karesidenan. Adapun pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan manajemen pengelolaan masjid, dan pelatihan perpustakaan serta melibatkan remaja masjid dalam kegiatan – kegiatan yang lainnya.

Bidang kebersihan dan keamanan
Yang dimaksud bidang ini adalah memelihara masjid dan sekitarnya baik secara fisik maupun non fisik. Perawatan yang selama ini telah dilakukan oleh bidang ini adalah:
1. Melakukan pengecatan bangunan masjid, yang biasanya dilakukan menjelang bulan Suci Ramadhan
2. Mengatur penerangan masjid, melakukan perawatan peralatan sound system dan fasilitas ruangan lainnya seperti karpet, kipas angin dll.
3. Menjaga kebersihan lingkungan dengan cara menempatkan tempat sampah dipintu masuk masjid, membersihkan karpet, membersihkan kamar mandi atau MCK dan menyapu halaman.
4. Menjaga suasana masjid agar tetap tenang, tertib dan aman dengan cara mengunci tempat yang dianggap penting terutama tempat menyimpan barang – barang seperti ruangan sholat, gudang dan kamar mandi mengingat Masjid BESAR LASEM letaknya dipinggir jalan raya

Bidang Ekonomi Dan Koperasi
Bidang ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian masjid dalam menangung kebutuhan operasionalnya, disamping ikut melaksanakan tugas sosial pengembangan ekonomi ummat sekitar lasem, dengan mengembangkan unit-unit usaha masjid yang meliputi :
1. Swalayan ar-rahman, dua lantai.
2. Pertokoan masjid ukuran 4×3 meter sejumlah 14 unit
3. kios-kios kecil ukuran 2×2 meter sejumlah 7 unit
4. warung kuliner khas lasem ukuran 3×4 meter sejumlah 8 unit
5. lokasi perparkiran yang menampung sekitar 15 bus besar
6. toilet umum

Demikian sekilas profil tentang sejarah dan program kerja Masjid Besar Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, semoga bermanfaat.

Disusun oleh
Tim Penyusun Profil Masjid Jami Lasem Kab. Rembang
Rembang, 2 Mei 2007
Ta’mir Masjid Jami Lasem