Rekomendasi Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah No.995/102.UM/BPCB-IV/2014 Tanggal 14 April 2014. Antara lain merekomendasikan pelestarian Omah Gedong Dukuh Kauman Desa Karangturi Kec.Lasem Kab.Rembang memerlukan penelitian lebih lanjut. Mengimbau penelitian dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rembang dengan menyertakan tenaga teknis dari BPCB Jawa Tengah. Dalam kunjungan 2018 ke Museum Masjid Jam Lasem menambahkan, merekomendasikan peran aktif TACB Kab.Rembang. Bangunan tersebut sudah diusulkan oleh TACB sebagai bangunan cagar budaya, menunggu ketetapan.

Padepokan Sambua berharap ada tindak lanjut yang berkelanjutan.
Cagar budaya “Rumah Gedong” Kauman Lasem.
Omah Gedong terletak di dalam Kampung Kauman sekitar 150 meter di selatan Masjid Masjid Jami Lasem. Dibangun oleh keturunan Mbah Sambu bernama Temenggung Mayor, diperkirkan abad 18. Garis silsilahnya sampai pada Mbah Abdul Alim bin Mbah Sambu. Keduanya dimakamkan di Desa Tuyuhan. Adapun Mbah Sambu dalam komplek makam Masjid Jami Lasem. Kemudian oleh keluarga Mbah Sambu tersebut mempersilahkan ditempati bagi masyarakat kurang mampu yang boro, kesulitan tempat tinggal sementara.

Omah Gedong kuno terbilang megah panjang + 50 meter, tinggi + 15 meter Di halamannya sedikitnya ada 3 sumur tua. Sampai sekarang dihuni oleh sekitar 20 KK. Pada tiap Haul Mbah Jumali dan Mbah Abdul Alim Tuyuhan biasanya mereka secara suka rela tabarrukan menyumbang dana sekedarnya, menunjukkan hubungan batin dan historis. Penghunimya ada yang masih menyimpan tombak kuno peninggalan Omah Gedong. Adapun keris dipinjam orang luar sampai sekarang tidak kembali.
Rekomendasi di atas dikeluarkan oleh BPCB Jawa Tengah atas dasar surat laporan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Rembang berdasarkan masukan Museum Masjid Jami Lasem.
Jiwa sosial keturunan Mbah Sambu Masjid Jami Lasem memberikan ijin tinggal keluarga kurang mampu patut diapresiasi dan dilestarikan sebagai nilai-nilai luhur serta perlu diabadikan dalam kategori “Living Museum” Omah Gedong. Membiarkan keluarga yang kurang mampu tetap menempati.

Rumah Gedong dihuni banyak keluarga. Pendekatan penelitian dan pelestariannya agar secara musyawarah dan kekeluargaan, taat hukum dan adat, memperhatikan kepedulian pihak terkait terdiri penghuni, Takmir dan Museum Masjid Jami Lasem, perangkat Dukuh Kauman, Keluarga Mbah Abdul Alim Tuyuhan, BPCB dan BALAR.
Omah Gedong bisa dimasukkan kategori Living Museum. Yaitu Museum Aktif/ Museum hidup, juga dikenal sebagai museum sejarah hidup, adalah sebuah jenis museum yang merekreasikan latar sejarah untuk menampilkan periode masa lampau, menyajikan para pengunjung dengan penafsiran eksperimental dari sejarah.[1] Ini adalah sebuah jenis dari museum yang merekreasikan kondisi keberadaan penuh dari budaya, lingkungan alam dan periode sejarah.

Menggali semua cerita dan sejarah yang melatarbelakangi bangunan atau kehidupan yang tinggal di situ. Bukan sesuatu yang tampaknya luar biasa, tapi karena adanya interaksi bahkan dengan (keturunan) pelaku sejarah, hal itu menjadi luar biasa bagi tamu. Contoh sederhana :
Sebuah bangunan yang dihuni oleh generasi ke generasi dan masih terjadi interpretasi hingga sekarang, itu sudah sebuah living museum Dan itu banyak sekali di Lasem,. Kadang kita kekurangan waktu untuk menjelajahinya…(Agik Ns)

Menurut Bapak Gunadi M.Hum BALAR Yogya bagaimana mengelola objek-obyek living monumental seperti yang banyak ditemukan di Lasem, salah satunya tentu Omah Gedong.

Penulis: Abdullah Hamid
Editor: Muhammad Widad