Rembang Literasi

Pemkab Rembang Kemarin (27/3) mencanangkan Kabupaten Literasi di Aula Lantai 4 Kantor Bupati. Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional Budaya Literasi dan Implementasinya dalam Pembelajaran Guna Menunjang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) terhadap Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).

Wakil Bupati Bayu Andriyanto dalam sambutannya menyampaikan program literasi adalah gerakan untuk menjadikan sebuah kota/kabupaten menjadi sebuah daerah yang masyarakatnya memiliki budaya membaca dan menulis setara dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Gerakan tersebut bertujuan untuk menjadikan masyarakat memiliki komunitas yang memiliki budaya membaca dan menulis yang tinggi yang dimulai dengan menerapkan program membaca yang sistematik, terstrukstur, massif dan berkelanjutan baik di sekolah (TK, SD, SLTP, SLTA) maupun Perguruan Tinggi (PTS dan PTN) maupun di masyarakat umum yang akan diinisiasi dan dikoordinir oleh pemerintah.

Lanjut Wakil Bupati Bayu Andriyanto untuk itu Pemda mendorong warganya untuk melakukan kegiatan literasi membaca dan menulis secara aktif sebagai kegiatan sehari-hari. Gerakan ini adalah gerakan budaya bagi peningkatan mutu bangsa secara keseluruhan.

Sementara Imron Wijaya salah saorang panitia mengatakan membaca dan menulis atau literasi merupakan salah satu aktifitas penting dalam hidup, sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Imron, Dalam konteks pendidikan nasional kita, minat baca-tulis masyarakat kita sangat menghawatirkan, hal ini disebabkan adanya pelbagai persoalan  diantaranya hampir semua kota-kota besar di Indonesia tidak punya perpustakaan yang memadai, padahal keberadaannnya adalah salah satu ciri kota-kota modern di negara maju.

Oleh karena itu sambung Imron, dibutuhkan kerjasama banyak pihak untuk intervensi secara sistemik, masif, dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat, adapun pendekatan yang dianggap paling efektif adalah penyadaran literasi sejak dini dengan melibatkan dunia pendidikan. Tak kalah penting juga harus direncanakan adanya penghargaan literasi baik kepada individu maupun kelompok yang dianggap memiliki kontribusi dan peranan penting dalam memajukan pembudayaan baca di tiap desa.

Penulis/editor/source : Heru Budi S / Muhammad Widad / cbfmrembang.blogspot.com