Photo : Ilustrasi

Kritik akan selalu jujur jika dibandingkan dengan pujian yang sering hanya sebuah basa basi belaka. Setiap kritik pasti akan mencoba menjatuhkan mental. Sedangkan puji pujian akan benar benar menjatuhkan.

Anggap saja tak ada kritik yang membangun, sadari bersama bahwa yang dapat dilakukan dalam menghadapi kritik adalah membangun diri dengannya. Artinya, bukan menunggu kritik yang membangun tapi marilah membangun masa depan melalui kritik, sepahit apapun kritik.

Jika menganggap kritik sebagai jalan untuk membangun diri, maka tak akan pernah menyerah pada kritik. Justru akan bersahabat dengan kritik. Tak perlu kebal dengan kritik. Dan tak tipis telinga dengan kritik. Cukup dengan “menjadi pendengar” yang bijak pada kritik.

Bahasa kritik cenderung pedas, bahkan terkadang seakan tak beretika, mendekati fitnah atau diungkap dalam bahasa yang vulgar dan jorok. Biarlah, bahasa kritik yang demikian hanya menjatuhkan pengkritik pada derajat yang rendah secara keilmuan.

Tak perlu merasa terhina dengan kritik yang vulgar dan jorok. Kita tak mungkin menjadi hina karena kritik jorok, tak beretika atau semacam fitnah. Harga diri justru semakin terangkat jika bijak menyikapi. Hadapi dan jawab dengan lebih santun atau jawab melalui sikap. Mereka akan malu dengan selera rendahnya.

Jika mampu menghadapi kritik dengan bijak, maka orang orang seperti ini selangkah lagi akan menjadi pemimpin besar.
Penulis/editor : Arif Agung Cholili / Muhammad Widad