Nomor : 11/PS/RB3/XI/2016
Perihal : Usulan penetapan Hari NKRI pada tanggal 27 Desember

Kepada Yth
Yang Mulia Ir.H.Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Di Istana Negara
J a k a r t a

Dengan hormat.
Kami mengusulkan Bapak Presiden menetapkan Hari NKRI pada tanggal 27 Desember. Dasar pertimbangan penetapan Hari NKRI pada tanggal 27 Desember semakin rawannya disintegrasi oleh oknum dalam dan luar negeri diperlukan mendesak penetapan Hari NKRI untuk mengingatkan BANGSA INDONESIA momentum sosalisasi prinsip dan nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pada hari itu buah dari pengorbanan jiwa dan raga,bukan hadiah. Baru pada tgl 27 Desember 1949 penyerahan kedaulatan wilayah Indonesia dari pemerintah Belanda kepada pemeritah RI yang diakui resmi dunia internasional. Menunjukkan kedaulatan RI secara de jure dan de facto bukan sejak 17 agustus 1945, artinya tahun 1945 sebatas proklamasi. Berikut ini salah satu bukti penting autentik dan langka Surat Keputusan Pengadilan Pemerintah Hindia Belanda di Surabaya tahun 1948 yang menunjukkan sampai 1948/1949 Belanda masih efektif mempunyai kekuasaan administarsi, politik dan hukum di sebagian wilayah Indonesia, termasuk seiring dibentuknya Negara Madura, Negara Indonesia Timur beribukota di Makasar. Arsip keluarga tsb masih kami simpan (Pustaka Sambua). JUGA MASIH TERSIMPAN ARSIP SURAT PEMBEBASAN BERSYARAT KAKEK KAMI DARI PEMERINTAH HINDIA BELANDA, SETELAH MENDEKAM 3 TAHUN DI PENJARA KALISOSOK SURABAYA, SEBELUMNYA BUNG KARNO JUGA DIPENJARAKAN, BAHKAN KH MAS MANSYUR SAKIT SAMPAI WAFAT DI PENJARA INI. KINI CAGAR BUDAYA LP KALISOSOK MASIH DIKUASAI SWASTA, ENTAH KAPAN WALIKOTA SURABAYA MEMBELI KEMBALI SESUAI JANJINYA? MOHON BANTUANNYA.
Terimakasih.

Rembang, 28 Nopember 2016

Pustaka Sambua,

Abdullah, S.IP
Ketua

Tembusan Yth:
Menteri Sosial Indonesia
Panglima TNI
Ketua Umum PBNU
Mass Media