Posted on: June 27, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Suratin, seorang nenek berusia 60 tahun diMadura, dituduh sebagai dukun santet. Yang menuduhnya juga masih punya ikatan keluarga. Akhirnya, untuk menepis tuduhan tersebut, sang nenek menjalani sumpah pocong. Nenek tersebut melakukan ritual sumpah pocong setelah keluarganya menggelar acara hajatan atau pesta di rumahnya.

Nenek Suratin tak sendiri melakukansumpahpocong.Ada pula seorang wanita muda bernama Hikmah berusia 20 tahun ikut serta. Ritualsumpahpocongini digelar di Masjid Madegan, Kelurahan Polagan Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (24/6/2020). Suasana saat sumpah pocong di Masjid Madegan Kelurahan Polagan Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (24/6/2020).

Prosessumpahpocongyang dilakukan Hikmah dan Suranten disaksikan langsung oleh tokoh agama, masyarakat setempat. Warga yang melakukansumpahpocongitu berasal dari Desa Tebanah Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura. Sumpah pocong dilakukan secara kesepakatan bersama lantaran keluarga kedua pihak cekcok terkait adanya tuduhan kepada salah satu pihak memilikiilmusantet.

Ketua Takmir Masjid Madegan Hasyid Abdul Hamid mengatakan, diduga kedua belah pihak teropsesi dengan adanyasumpahpocongini. Sebab, kata dia, satu tahun yang lalu salah satu warga asal Kecamatan Banyuates meninggal duia setelah melakukansumpahpocong. Bahkan kasus atau permasalahannya juga sama yakni, dugaan kepemilikanilmusantet.

“Dulu itu yang meninggal si penuduh, dia meninggalnya setelah 30 hari pasca menjalankansumpahpocong,” kata pria yang menggiring prosesisumpahpocongtersebut. Ritualsumpahpocongyang dilakukan nenekSuratindan Hikmah rupanya berawal dari tuduhanilmusantetkepada NenekSuratin Hal itu bermula saat Hikmah menghadiri acara hajatan yang digelar oleh Suranten di rumahnya pada momentum bulan Syaban 2020.

Setelah menghadiri hajatan, Hikmah mendapatkan sebuah bingkisan makanan. Kemudian, makanan itu ia makan setibanya di rumah. “Selesai memakan berkat (bingkisan makanan) yang diperoleh dari hajatan kami, Hikmah merasa kesakitan sehingga mengadu ke orang tuanya dan langsung dilarikan ke dukun,” kata Juhari (40) selaku anak dari Suranten.

Menurut Juhari, setelah datang dari dukun, keluarga hikmah menuduh ibunya tersebut memilikiilmusantetyang dikirim melalui makanan saat hajatan. “Bahkan tuduhan ini tidak hanya satu kali melainkan, sejak puluhan tahun yang lalu orang tua saya dituduh memiliki ilmu santet,” ucapnya. Keluarga Hikmah diduga lebih mempercayai dukun ketimbang membawa anaknya yang sakit tenggorokan itu ke dokter atau puskesmas.

Di tempat yang sama, orang tua Hikmah, Abdus Sarip menyampaikan jika putrinya (Hikmah) mengalami sakit tenggorokan setelah memakan makanan dari hajatan Suranten. Ia mengatakan, keluhan sakit tenggorokan putrinya merupakan sakit tenggorokan seperti halnya ada yang menggangu di tenggorokannya. Kemudian, ia membawa anaknya ke dukung untuk mengetahui penyakit yang diderita Hikmah.

Rupanya, sang dukun menyebut Hikmat terkena santet sehingga tenggorokannya sakit. “Jadi saya bawa ke dukun di Desa Bringkoning Kecamatan Banyuates, katanya dukun hikmah terkena santet,” tuturnya. Pria berusia 56 tahu itu menambahkan derita penyakit yang dialami hikmah hingga saat ini masih terasa.

“Sudah dua bulan lamanya dan katanya dukun ilmu itu (santet) masih tetap ada,” terangnya.

Leave a Comment