Regional

Hal-Hal Seputar Aksi ‘Bonek Vs Gangster’: Penyerangan Membabi Buta dan Salah Sasaran Bikin Gerah

Adanya gerakan ' beredar di media sosial, Instagram. Aksi tersebut mencuat setelah Kota Surabaya diresahkan oleh tingkah sejumlah anggota bersenjata. Tak terima kota tercinta berada dalam ancaman, suporter setia Persebaya Surabaya itupun bertekat menuntaskan keresahan warga.

Tak hanya itu, rencananya juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan dan pihak kepolisian. Berikut fakta fakta di Surabaya yang ramai diperbincangkan di media sosial Instagram. Penyebab munculnya gerakan ini tak lain karena maraknya aksi kriminal yang dilakukan oleh kelompok di malam hari.

Aksi yang dilakukan tersebut cukup berbahaya, karena menyasar mangsa pada malam hari dan bergerak secara berkelompok. Tidak hanya itu, bahkan mereka juga diketahui membawa senjata tajam saat beraksi. Salah seorang dikabarkan nyaris menjadi korban tindakan kriminal di Surabaya tersebut.

Karena semakin meresahkan warga Surabaya, pun tergugah untuk turut andil menjaga kemanan kota tercinta. Kabarnya, akan melakukan patroli malam hari untuk mengantisipasi adanya serangan di Surabaya. "Iya, semua koordinator sudah tahu. Gerakan itu muncul karena kegemasan ke gengster yang membuat situasi di Kota Surabaya tidak nyaman," ujar Husain Gozali.

"Gerakan ini tanpa koordinasi dari kita, tapi kita amini karena gengster yang isinya anak anak usia pelajar itu sudah meresahkan dan mencoreng nama Surabaya," imbuhnya. Ia berharap gerakan 'Bonek vs Gengster' bisa mengembalikan kondusivitas Kota Surabaya dan warga tak lagi merasa resah bila keluar rumah pada malam hari. "Harapannya Pemkot dan aparat bisa ikut serta bergerak cepat. Tapi sudah ada rencana Polrestabes akan bertemu dengan membahas ini," tutup Cak Conk.

Sementara itu, salah seorang juga dikabarkan nyaris menjadi korban kebringasan tersebut Hal ini disampaikanKetua Komunitas Tenggumung Bersatu (BTB),Mochlis. Ia mengatakan, ada anggotanya yang sempat diserang oleh geng di wilayah Surabaya Utara pekan lalu. Untungnya, anggotanya tidak terluka dan sempat meloloskan diri.

Oleh karena itu, pihaknya kini melakukan penggalian informasi dan menggelar patroli di daerah rawan di Surabaya Utara. Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan baik Polisi dan TNI. "Jadi tidak langsung asal bertindak. Dan ternyata memang betul adanya gengster yang jadi keresahan masyarakat. Akhirnya, kami menggelar patroli keliling di wilayah sekitar," terangnya saat dikonfirmasi, Selasa, (4/2/2020).

"Kalaupun ada seruan yang lain kami juga mendukung hal itu," lanjutnya. Aksi kriminal yang kabarnya dilakukan oleh remaja remaja yang masih bersekolah ini dinilai sangat meresahkan dan salah sasaran. "Bonek sudah tidak nyaman dengan mereka (gengster), mereka melakukan penyerangan secara membabi buta dan salah sasaran," ujar Hasan Tiro.

Fenomena aksi di Kota Pahlawan ini tentu sangat disayangkan oleh sejumlah koordinator di Surabaya. Pasalnya, kekhawatiran juga muncul terkait adanya anggota yang ternyata juga bagian dari . Hal ini dinilai tidak pantas mengingatkerja keras yangtidak mudah untuk mengubah cira buruk yang dulu melekat.

"Kalaupun mereka (anggota geng) mengaku mungkin mereka belum pernah mendapat arahan dan tidak tergabung dalam komunitas tertentu," terang Mochlis. Oleh sebabnya, bagi Mochlis, kebanyakan anggota geng yang masih ABG ini perlu mendapatkan arahan. "Untuk meminimalisir hal ini tentunya ada wadah komunitas yang bisa memberi arahan," tandasnya.

Seruan ini secara cepat meluas dan diposting salah satu akun Instagram @infobonekpersebaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *