Nasional

Ini 10 Provinsi di Indonesia dengan Jumlah Kasus Covid-19 Terendah

Penanganan virus corona di Indonesia sudah memasuki bulan keempat. Meski sejumlah aktivitas masyarakat telah mulai kembali mendekati normal, tapi kasus infeksi belum menunjukkan tanda akan berakhir. Bahkan, jumlah infeksi harian melebihi angka 1.000 dalam beberapa hari terakhir.

Pada Selasa (16/6/2020), Indonesia melaporkan 1.106 tambahan kasus baru, sehingga total mencapai 40.400 kasus infeksi. Pasien sembuh diketahui bertambah 580 orang, sehingga total mencapai 15.703 dan kasus kematian menjadi 2.231 orang dengan tambahan 33 kasus. DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki jumlah kasus tertinggi, yaitu 9.122. Sementara , hanya ada 27 kasus di Aceh menjadikannya sebagai provinsi dengan kasus terendah.

Berikut 10 provinsi dengan kasus virus corona terendah hingga Selasa (16/6/2020), dikutip dari laman Covid19.go.id dan laman resmi daerah: Konfirmasi: 27 Sembuh: 20 Meninggal: 1 ODP: 2.221 (Selesai Pemantauan: 2.061) PDP: 115 (Selesai Pengawasan: 113, Meninggal: 1) Konfirmasi: 98 Sembuh: 71 Meninggal: 2 ODP: 1.686 (Selesai Pemantauan: 1.573, Meninggal: 2) PDP: 87 (Selesai Pengawasan: 66, Meninggal: 8)

Konfirmasi: 104 Sembuh: 63 Meninggal: 6 ODP: 838 (Selesai Pemantauan: 742, Meninggal: 21) PDP: 70 (Selesai Pengawasan: 12, Meninggal: 3) Konfirmasi: 108 Sembuh: 40 Meninggal: 1 ODP: PDP: Konfirmasi: 108 Sembuh: 37 Meninggal: 0 ODP: 2.355 (Selesai Pemantauan: 2.290) PDP: 182 (Selesai Pengawasan: 145)

Konfirmasi: 126 Sembuh: 111 Meninggal: 6 ODP: 74.441 (Selesai Pemantauan: 70.775) PDP: 1.676 (Selesai Pengawasan: 1.438, Meninggal: 172) Konfirmasi: 144 Sembuh: 63 Meninggal: 2 ODP: 1.085 (Selesai Pemantauan: 1.019) PDP: 111 (Selesai Pengawasan: 88) Baca juga: UPDATE Covid 19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Juni 2020

Konfirmasi: 166 Sembuh: 115 Meninggal: 12 ODP: 3.312 (Selesai Pemantauan: 3.215, Meningga:8) PDP: 142 (Selesai Pengawasan: 109, Meninggal: 27) Konfirmasi: 170 Sembuh: 137 Meninggal: 2 ODP: 1.815 (Selesai Pemantauan: 1.411) PDP: 276 (Selesai Pengawasan: 221, Meninggal: 15) Konfirmasi: 172 Sembuh: 125 Meninggal: 4 ODP: 953 (Selesai Pemantauan: 671) PDP: 187 (Selesai Pengawasan: 167)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengeluarkan sejumlah keputusan terkait mekanisme pembelajaran selama pandemi Covid 19, Senin (15/6/2020). Dalam keputusan itu, Nadiem menyebut sekolah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Populasi sekolah yang berada dalam zona tersebut adalah 94 persen. Hanya 6 persen dari popolusi peserta didik yang berada dalam zona hijau.

Bagi sekolah dalam zona hijau, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum mulai kembali kegiatan pembelajaran tatap muka. Syarat pertama ialah sekolah harus berada di zona hijau. Keputusan zona hijau tersebut berada pada Gugus Tugas Covid 19. Lalu, syarat selanjutnya ialah mendapat izin dari Pemda atau Kanwil atau kantor Kemenag memberi izin. Setelah itu, satuan pendidikan harus memenuhi semua daftar periksa dan dinyatakan siap untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Tak kalah penting, izin orangtua juga menjadi pertimbangan, yaitu apakah orangtua setuju anaknya belajar tatap muka di sekolah atau tidak. "Kita tidak bisa memaksa murid yang orangtuanya tidak memperkenankan untuk pergi ke sekolah karena masih belum cukup merasa aman untuk ke sekolah," papar Nadiem, dikutup dari pemberitaan Kompas.com, Senin (15/6/2020). Meski di zona hijau, sekolah baru bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka paling cepat pada Juli 2020 untuk tingkat SMP ke atas, September 2020 untuk SD dan SLB, dan November 2020 untuk PAUD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *