Posted on: July 8, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Sekelompok pesepeda tega mengeroyok seorang pelajar di Mojokerto hanya karena diminta minggir. Pelajar berinisial Mf (18) menjadi korban pengeroyokan sekelompok pesepeda saat ia berangkat menuju sekolahnya. Namun nahas, ia justru dibuntuti dan dikeroyok rombongan pesepeda setelah meminta mereka minggir agar tak menghalangi jalan.

Mf dikeroyok di pertigaan sekolah SMK Raden Patah Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mf diketahui merupakan warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo yang berstatus siswa kelas XII SMK Raden Patah Kota Mojokerto yang lulus tahun 2020. Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami lebam di bagian perut dan bahu kanan serta luka gores pada leher sebelah kanan.

Aksi penganiyaan terhadap pelajar yang dilakukan oleh gerombolan pesepeda itu terekam kamera CCTV di sekolahnya, Senin (6/7/2020) pukul 09.00 WIB. Dari rekaman kamera CCTV berdurasi dua menit 51 detik itu, terlihat tiga orang pesepeda menghampiri korban. Pelaku tiba tiba mengeroyok dan memukul korban pada bagian perut sampai jatuh tersungkur.

Korban berupaya berdiri terlihat menahan sakit akibat pukulan itu. Di saat bersamaan muncul seorang pesepeda bertubuh kekar mendatanginya dan langsung menendang tubuh korban dari arah belakang. Pemukulan itu masih terus berlanjut meski warga setempat dan pengguna jalan berupaya melerainya.

Bahkan pelaku masih saja berulang kali memukul korban di bagian kepalanya. Penganiayaan berhenti setelah dilerai oleh tentara dan para pesepeda menjauh dari lokasi kejadian perkara. Korban melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Magersari, Polres Mojokerto, Mojokerto.

Kapolsek Magersari, Kompol M Sulkan, membenarkan adanya kejadian penganiayaan terhadap pelajar yang dilakukan oleh sekolompok pesepeda. "Kami masih memeriksa saksi sekaligus rekaman kamera CCTV terkait kasus penganiayaan yang melibatkan rombongan pesepeda," ujarnya di Polsek Magersari, Selasa (7/7/2020). Ia menjelaskan kronologi penganiayaan ini berawal korban berangkat dari rumah mengendarai motor Honda Beat warna hitam W 5511 TA menuju sekolahnya di SMK Raden Patah.

Korban bertemu rombongan pesepeda yang berjalan beriringan. Ada indikasi mereka menutup jalan di pertigaan Jatikulon, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. "Korban berkata minggir bos dan melanjutkan perjalanan menuju ke sekolahnya," jelasnya.

Menurut dia, korban berhenti di pertigaan tepatnya di samping sekolah SMK Raden Patah. Ternyata korban disusul oleh rombongan pesepeda sampai terjadi kejadian itu. "Motif penganiayaan ini diduga lantaran rombongan pesepeda merasa tersinggung dengan perkataan korban sehingga terjadi insiden tersebut," ungkapnya.

Tindakan arogan sekelompok pesepeda itu tidak dapat dibenarkan lantaran pengeroyokan yang mengakibatkan korban mengalami luka luka itu adalah perbuatan penganiayaan yang merupakan tindakan pidana. "Pelaku belum diketahui masih dalam penyelidikan," terangnya. Mf berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku pengeroyokan.

Ia akan menempuh jalur hukum terkait kasus penganiayaan ini. "Saya tidak kenal pelaku semoga bisa cepat ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya," tandasnya.

Leave a Comment