Posted on: August 5, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Polri membenarkan dua buronan Indonesia bernama Indra Budiman dan Sai Ngo NG telah tertangkap oleh kepolisian Amerika Serikat (AS). Keduanya ditangkap oleh kepolisian AS karena pelanggaran imigrasi yaitu overstay. "Jadi terkait penangkapan buron SNN dan IB hal tersebut adalah benar. Info dari atase Polri, bahwa tersangka red notice SNN dan IB saat ini berada di US menjalani proses hukum terkait pelanggaran imigrasi yaitu overstay," kata Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Diketahui, Indra Budiman merupakan tersangka tindak pidana penipuan dan pencucian uang penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta, Bali pada tahun 2012 2014. Dia menjadi buronan interpol dengan red notice nomor A5855/6 2018 yang diterbitkan 4 Juni 2018 lalu. Sementara itu, Sai Ngo NG adalah tersangka tindak pidana korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim cabang Woltermonginsidi, Jakarta Selatan pada 2011 2012.

Dia menjadi buronan interpol dengan red notice control A 97299 2018 yang terbit 17 September 2018 lalu. Menurut Awi, keduanya ditangkap di dua tempat terpisah. Indra Budiman ditangkap oleh US Marshal Service (USMS) di California, Amerika Serikat.

Sementara Sai Ngo NG, ditangkap oleh kepolisian sekitar di Texas, Amerika Serikat. Awi menuturkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pihak terkait di Amerika Serikat. Hasilnya, negara Paman Sam itu sepakat melepaskan dua buronan Indonesia itu dengan syarat membantu memulangkan buronan AS yang ada di Indonesia.

"Atase polri, telah komunikasi dan kooridinasi dengan pihak terkait di US dan menghasilkan kesepakatan langkah kerja sama pertukaran buron di mana USMS bersedia membantu memulangkan IB dan SNN dengan imbalan satu buronan US atas nama Marcus yang diduga berada di Indonesia," pungkasnya. Marcus adalah pelaku kasus penipuan investasi di Amerika Serikat. Namun demikian, pihak kepolisian Indonesia telah menangkap buronan AS itu bersama istrinya yang berada di Bali. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri ( Kemlu), Teuku Faizasyah membenarkan adanya penangkapan dua WNI di Amerika Serikat.

Namun pihaknya masih menunggu keterangan lebih lanjut dari KJRI Houston. "KJRI di Houston sudah memberikan informasi awal dan nanti akan mengeluarkan keterangan media," ujar Faiza saat dihubungi, Selasa (4/8/2020). Diketahui, satu buronan merupakan tersangka tindak pidana penipuan dan pencucian uang penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta, Bali yang diketahui bernama Indra Budiman.

Kerugian yang ditimbulkan dari kasusnya ditaksir mencapai Rp 800 miliar. Sebelum kabur ke Amerika Serikat, diketahui Indra sempat melarikan diri ke Korea Selatan. Sementara itu, WNI yang menjadi buronan lainnya yakni Sai Ngo NG, tersangka kasus tindak pidana korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim cabang Woltermonginsidi, Jakarta Selatan.

Ditangkapnya dua buronan kelas kakap tersebut di Amerika Serikat pada awalnya dilaporkan Indonesia Police Watch (IPW) yang berbicara kepada sejumlah media lokal. Kasus Indra dan Sai sama sama terjadi pada 2015 lalu. Indra dan Sai masuk red notice Interpol dan sudah diketahui keberadaannya di Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi yang didapat, IPW mengatakan Indra dan Sai berhasil ditangkap pihak imigrasi Amerika Serikat (ICE).

Leave a Comment