Nasional

Menyelidiki Kasus Yodi Prabowo, Kriminolog: Pelaku Lebih dari Satu & Motif Bukan Perampokan

Kasus kematian Yodi Prabowo hingga saat ini masih menjadi perbincangan masyarakat. Seperti diketahui,Jenazah Yodi ditemukan di pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta pada Jumat lalu pukul 11.30 WIB. Saksi yang pertama kali menemukan jasad editor Metro TV ini adalah tiga orang anak kecil.

Kala itu, ketiga saksi sedang bermain layangan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisimenemukan dompet berisi KTP, NPWP, kartu ATM, motor Honda Beat warna putih bernomor B 6750 WHC, tiga STNK, uang sebesar Rp 40.000, helm, jaket, dan tas milik korban. Di samping jenazah, ditemukan juga sebilah pisau.

Kasus ini mengundang perhatian banyak orang. Apalagi setelah salah satu saksi berinisial S (60)menyebutkan, ada laki laki berinisial D yang kebetulan lewat di Jalan Inspeksi Ulujami, bertepatan dengan penemuan motor Yodi. Salah satu pihak yang berkomentar adalah kriminologdari Universitas Indonesia, Yogo Tri Hendiarto.

Mengutip dari Kompas.com, berikut pendapat Yogoterkait kasus kematian Yodi Prabowo: Yogomenduga pelaku pembunuhan editor Metro TV, Yodi Prabowo adalah orang yang kenal atau memiliki hubungan sosial dengan Yodi. Ia melihat ada pola kerja sama yang baik dari pelaku dalam memperhatikan pola aktivitas rutin dari Yodi.

“Pelaku lebih dari satu. Kasus ini bersifat sensitif, emosional dan berkaitan dengan kondisi relasi/hubungan yang menciptakan rasa sakit hati/intrisik,” kata Yogo kepada Kompas.com dalam pesan singkat, Jumat (24/7). Terkait pelaku pembunuhan Yodi harus diurai dari hubungan terakhir kali antara korban dengan para saksi agar dapat memberikan informasi. Yogomenduga bahwa pelaku mengetahui kebiasaan dan profesi kerja Yodi.

Polisi, menurut Yogo, masih berusaha melihat keterlibatan orang dekat korban. “Apakah memberikan keterangan jujur atau tidak, atau teman korban. Teknik investigasi ini akan dicek dan ricek oleh pihak kepolisian,” kata Yogo. Yogo juga meyakini bahwa kasus kematian Yodi bukan disebabkan motif perampokan.

“Jadi bukan ingin merampok untuk menguasai harta korban,” ujarnya. Yogo menyebutkan, kasus kematian Yodi belum menemukan titik terang. Polisi disebut masih membutuhkan proses penyelidikan dan penyidikan yang lengkap.

“Kalau kurang akan berakibat pada respons analisis yang salah dan membangun opini publik yang salah juga. Kita butuh asupan data,” kata Yogo Cepat atau lambatnya pengungkapan kasus Yodi bergantung uraian barang bukti dan saksi. Jika uraian barang bukti dan saksi dikumpulkan dengan baik, pengungkapan kasus akan berjalan dengan cepat.

“Dari saksi dan bukti akan membuat kolase kisah. Sama kayak detektif. Mengapa ia mati? Siapa pelakunya? Motifnya apa? Dan perlu didalami,” ujar Yogo, Kini, banyak asumsi yang muncul di masyarakat terkait penyebab kematian Yodi. “Polisi masih berusaha melihat keterlibatan pacar korban, apakah memberikan keterangan jujur atau tidak, atau teman korban,” kata Yogo.

Fakta fakta yang ditemukan terkait kasus Yodi, antara lain sidik jari Yodi di pisau, Yodi tewas sekitar pukul 00.00 02.00 WIB pada Rabu (8/7/2020), dan lainnya. Jenazah Yodi ditemukan di pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta pada Jumat lalu pukul 11.30 WIB oleh tiga anak kecil yang bermain layangan. Yodi tertelungkup di dekat tembok. Yodi ditemukan memakai helm, berjaket hijau, bercelana hitam, bersepatu, dan mengenakan tas.

Korbandiperkirakan tewas pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 00.00 02.00 WIB. Sebelumnya, Yodi terakhir terlihat di kantorMetro TVpada Selasa (7/7/2020), pukul 22.27 WIB. Di tempat kejadian perkara, polisi menemukan dompet berisi KTP, NPWP, kartu ATM, motor Honda Beat warna putih bernomor B 6750 WHC, tiga STNK, uang sebesar Rp 40.000, helm, jaket, dan tas milik korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *