Posted on: February 7, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Pihak hotel tempat penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) yang libatkan Andre Rosiade merasa dirugikan. Manajemen Hotel Kryad Bumi Minang, Padang, Sumatera Barat pun akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Penggerebekan prostitusi online tersebut terjadi pada Minggu 26 Januari 2020 di sebuah hotel berbintang di Padang.

Seorang pekerja seks komersil (PSK) berinisial N (27) berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Selain itu, seorang muncikari berinisial AS (24) juga ikut diamankan. Peristiwa penggerebekan tersebut menjadi sorotan lantaran melibatkan anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.

Cara Andre Rosiade membongkar praktek prostitusi dengan menjebak PSK ini menuai kritik. Pihak manajemen hotel bahkan ikut angkat bicara terkait penggerebekan tersebut. Hal ini disampaikan oleh General Manager Hotel Kryad Bumi Minang, Fadjri.

Fadjri dan pihak hotel merasa menjadi korban atas penggerebekan tersebut. "Kami ini korban, tentu akan ada respons dari kami, dan semuanya kami serahkan ke Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar," kata General Manager Hotel Kryad Bumi Minang, Fadjri yang dihubungi Kompas.com , Jumat (7/2/2020). Fadjri mengatakan, jika PHRI menempuh jalur hukum, pihaknya sudah menyiapkan segala dokumentasi hingga rekaman CCTV untuk membuka tabir kejadian sebenarnya.

"Ini sudah kita siapkan. Tinggal dikeluarkan saja agar semuanya terang benderang," jelas Fadjri. Menurut Fadjri, pihaknya selalu berkoordinasi dengan manajemen level atas dan PHRI untuk mengikuti perkembangan kasus tersebut. "PHRI Sumbar yang akan melakukan respons terhadap kasus ini dan kita selalu komunikasi," kata Fadjri.

Dikatakan Fadjri, manajemen hotel masih menunggu langkah yang diambil PHRI dalam kasus tersebut. "Jadi kita tunggulah dari PHRI. Seandainya manajemen hotel sudah menganggap langkah PHRI sudah cukup kita sudahi juga. Kita kan punya manajemen juga," kata Fadjri. Sebelumnya, Ketua PHRI Sumbar Maulana Yusran mengatakan, aksi penggerebekan tersebut sudah merugikan dunia perhotelan di Padang dan Sumbar.

Untuk itu, PHRI akan meminta Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemkot Padang untuk menuntaskan kasus tersebut. "Selain itu karena kita dirugikan tentunya akan menempuh jalur hukum," kata Maulana. Dalam penggerebekan itu, kata Maulana, polisi maupun pihak Andre yang melakukan aksi itu tidak pernah meminta izin ke manajemen hotel.

"Tidak ada minta izin, padahal hotel memiliki wilayah privacy yang harus dijaga," jelas Maulana. Selain itu, kata Maulana, pihaknya juga berencana melaporkan Andre ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) karena telah melakukan tindakan yang merusak nama hotel. Penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) di Padang menjadi sorotan.

Hal ini lantaran penggerebekan tersebut melibatkan anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade. Seperti yang ramai diberitakan, penggerebekan prostitusi online di Padang ini terjadi pada Minggu 26 Januari 2020 lalu. Seorang pekerja seks komersil (PSK) berinisial N (27) berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Selain itu, seorang muncikari berinisial AS (24) juga ikut diamankan. Terlibatnya anggota komisi VI DPR Fraksi Gerindra dalam penggerebekan praktek prostitusi online ini sempat menjadi perbincangan. Wanita berinisial N yang merupakan PSK tersebut merasa sudah dijebak oleh Andre Rosiade.

Andre Rosiade mengatakan bahwa warga lah yang sengaja menjebak PSK tersebut dengan memesan jasanya melalui aplikasi. Mengenai tuduhan PSK tersebut sudah 'dipakai', Andre Rosiade membantah. Hal ini diperkuat dengan bukti alat kontrasepsi yang masih baru dan terbungkus rapi.

Namun ternyata cara Andre Rosiade menggerebek PSK tersebut menuai kritik berbagai pihak. Satu diantaranya Ketua Umum ReJO Darmizal yang menyampaikan kritiknya. Kendati demikian, Darmizal tak setuju dengan cara yang dipakai oleh Andre Rosiade.

"Penggerebekan yang melibatkan saudara Andre Rosiade atas PSK berinisial N itu terlihat kurang elok," imbuhnya. Darmizal menyarankan sebaiknya Andre Rosiade fokus pada tugasnya sebagai anggota dewan yang membuat ranah Minang semakin maju. "Sebaiknya, Andre fokus dengan tugas tugasnya sebagai anggota dewan yang membuat ranah Minang semakin sejahtera dan maju. Karena dia terpilih mewakili masyarakat Sumbar. Jangan kecewakan rakyat Sumbar," jelasnya.

Mantan Wasekjend DPP Partai Demokrat tersebut menduga ada unsur pencitraan dalam apa yang dilakukan Andre Rosiadeterkait penggerebekan PSK. Alasannya, Darmizal menilai penggerebekan ini dilakukan jelang pemilu kepala daerah yang rawan akan pencitraan. "Lakukanlah terobosan terbaik dengan cara terbaik. Bukan untuk kepentingan sesaat, seperti masa kampanye atau jelang Pilkada. Biasanya menjelang Pilkada kan banyak orang orang mau mencari panggung pencitraan. Kita pahamlah itu," kata Darmizal.

Komisi Nasional (Komnas) Perempuan juga menyoroti cara yang dilakukan Andre Rosiade dalam membongkar kasus prostitusi online. Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah, memberikan tanggapannya. Siti Aminah mengatakan cara yang digunakan Andre Rosiade untuk membongkar praktek prostitusi tidak cukup cerdas.

Hal ini lantaran menurut Siti Aminah sangat bertentangan dengan hukum acara yang berlaku. Menurutnya, ketika perkara terkait asusila, maka harus mengedepankan aspek tertutup dan terbatas. "Ketika ini terkait asusila, seluruh pemeriksaan baik di penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun di pengadilan pemeriksaannya harus tertutup dan terbatas," ungkap Siti Aminah ketika berbicara di Kompas TV, Rabu (5/2/2020) malam.

Siti Aminah menilai tindakan Andre Rosiade melakukan penggerebekan dengan membawa wartawan dan kamera justru mempermalukan korban. "Menurut saya melangar hukum acara, bagaimanapun untuk asuslia itu harus tertutup dan terbatas dan ini terlalu berkelebihan," terangnya. Siti Aminah juga menambahkan, pasal yang disangkakan kepada korban, bukan tentang prostitusi dan itu bisa dilakukan dengan tanpa penggerebekan.

"Yang disangkakan kan pasal 27 ayat 1 UU ITE, itu bukan tentang prostitusi, itu tentang mendistribusikan, menstranmisikan informasi yang memiliki konten asusila." "Nah itu kan bisa dilakukan tanpa penggerebekan, karena kan itu delik materi. Itu adalah bagaimana melakukan informasi bukan melakukan hubungan seksual," tambahnya. Menurut Siti Aminah, Andre Rosiade bisa menggunakan suatu penelitian untuk membuktikan adanya kasus prostitusi.

"Kalau misal konteks Bang Andre ingin membuktikan kasus prostitusi online dengan melakuakan penggerebekan, saya pikir itu tidak cukup cerdas." "Banyak kok penelitian yang mensasar kepada informasi kasus prostitusi baik yang konvensional maupun menggunakan media sosial atau aplikasi yang lainnya," terangnya. Siti Aminah juga mengingatkan pihak kepolisian agar berhati hati dalam menangani kasus asusila atau prostitusi online.

Banyaknya tudingan yang dilayangkan padanya, Andre Rosiade memberikan klarifikasinya. Andre Rosiade memberikan klarifikasi terkait banyaknya wartawan dan skenario penjebakan PSK yang ia lakukan. Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini ingin menindaklanjuti laporan warga terkait maraknya prostitusi online.

Terkait banyaknya wartawan yang ikut meliput, Andre Rosiade menjelaskan bahwa lokasi hotel memang satu tempat dengan kegiatan penyampaian visi dan misi calon Gubernur di Sumatera Barat saat itu. Di acara tersebut, banyak wartawan yang sedang meliput kegiatan itu, sehingga tidak aneh jika kemudian banyak wartawan yang datang turut menyaksikan penggerebakan itu. "Kebetulan di hotel itu ada acara penyampaian visi dan misi calon gubernur sumatera barat di hotel yang sama, dan kemudian wartawan banyak meliput hal itu," ungkap Andre Rosiade saat berbicara di Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rabu (5/2/2020).

"Kebetulan hotelnya sama, kebetulan waktu polisi datang dan mereka mendengar, ya tentu ini hot news bagi wartawan, sehingga wartawan ikut kesana," ungkap Andre Rosiade. Lebih lanjut, ia menyampaikan masyarakat itu berkoordinasi dengan Cyber Crime Polda lalu bekerjasama untuk melakukan proses penggrebekan. Andre juga menegaskan bahwa yang di dalam kamar hotel bersama seorang PSK bukanlah ajudannya.

"Itu isu, fitnah, penggiringan opini yang sangat sesat." "Yang ada di dalam itu adalah masyarakat," ungkap Andre Rosiade.

Leave a Comment