Nasional

MKD Sebut Andre Rosiade Sebagai Anggota Komisi VI DPR Tak Berhak Langsung Grebek PSK

Majelis Kehormatan Dewan (MKD) menilai Andre Rosiade sebagai anggota Komisi VI DPR tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penggerebekan pekerja seks komersil (PSK) bersama polisi. Anggota MKD DPR Arteria Dahlan menjelaskan, dalam melakukan tindakan atau kegiatan, anggota DPR harus mengikuti prosedur yang sesuai tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi). "Tupoksi kan dijabarkan dalam giat giat pekerjaan, Andre di komisi berapa? (Komisi VI), tapi saya kira jadi Komisi III kalau urusannya dengan polisi," ujar Arteria saat dihubungi, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Arteria yang juga sebagai anggota Komisi III mengatakan, jika dirinya akan melakukan sidak suatu hal, maka meminta tolong ke Mabes Polri untuk meneruskan ke Polda, Polres, maupun instansi terkait. "Jadi tidak instans, harus ada izin sepengetahuan komisi III. Kalau begitu (di luar tupoksi), setiap orang bisa berbuat semena mena," tuturnya. "Kemudian, sudah ada juga MoU dengan Kepolisian dan pihak hotel, tidak bisa menggerebek begitu saja," sambung Arteria.

Arteria menyebut, setelah mendapatkan laporan terjadi pelanggaran etik yang dilakukan Andre, maka MKD akan melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. "Minggu depan kami periksa, maksimal sebulan (prosesnya hingga ada keputusan)," ujar Arteria. Menurutnya, tindakan Andre bukan hanya persoalan etik saja, tetapi ada unsur pidana dan perlu diproses oleh pihak Kepolisian.

"Pokoknya saya katakan, ini bukan hanya maladmintrasi atau melakukan praktik menyimpang. Ini ada unsur pidananya, alau MKD kan hanya masalah etik," ucap Arteria. Diketahui, Andre Rosiade sebagai anggota Komisi VI yang memiliki ruang lingkup tugas di bidang perindustrian, perdagangan, koperasi UKM, BUMN, investasi, dan standarisasi nasional. Namun, Andre ikut dalam sebuah penggerebekan kasus prostitusi online di sebuah kamar hotel di Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.

Pada penggerebekan tersebut, seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN (26) ditangkap polisi. Bukan hanya NN, polisi juga menangkap muncikari berinisial A (24). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang Undang Nomor 19 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun, penggerebekan tersebut menuai kritik lantaran tidak sesuai dengan tugas Andre sebagai anggota Komisi VI DPR dan diduga ada unsur politis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *