Regional

RS Kariadi Semarang Rawat Pasien yang Sempat Kunjungi Wuhan China, Begini Penjelasan Tim Dokter

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang mengobservasi seorang pasien yang mengeluh pilek dan sesak nafas. Pasien laki laki berusia 41 tahun tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang menempuh studi S3 di Wuhan China. Ia baru tiba di tanah air 10 hari yang lalu saat virus corona sudah mewabah di Kota Wuhan.

"Baru pulang dari Wuhan karena menempuh study di sana 10 hari yang lalu." "Sementara itu kita tahu masa inkubasi dari virus corona adalah 14 hari, maka untuk mengantisipasi kemungkinan besok panas, lusa panas kan kita tidak tahu," kataMuchlis.. Untuk itu, pihaknya masih merawat pasien tersebut di ruang isolasi untuk dilakukan observasi.

"Jadi sementara kami keep dulu, kami rawat, insyaallah nanti lusa akan hari ketiga tidak panas, bagus, klinis baik tentu akan dipulangkan," tambahnya. Muchlis menuturkan, selama berada di Wuhan, pasien tersebut mengaku tidak bersentuhan dengan orang yang diduga terinfeksi virus corona. "Selama tidak melakukan kontak langsung dengan penderita tidak bisa dipastikan suspect."

"Atau kalau merasakan gejala seperti demam, batuk, sesak napas, badan sakit semua kita baru berpikir kemungkinan ke arah suspect," terangnya. Diberitakan sebelumnya, RSUP Kariadi Semarang, menyatakan seorang pasien yang demam setelah pulang dari Wuhan, China, tidak terinfeksi virus corona. Asil pemeriksaan rumah sakit menyatakan, pasien tersebut hanya menderita flu biasa.

"Setelah diperiksa hanya keluhan batuk flu," kata Direktur Medik Keperawatan RSUP Kariadi, Agoes Oerip Poerwoko, dikutip dari . Menurut Agoes, masa observasi pasien asal Salatiga itu akan berlangsung selama 14 hari. Seusai dengan masa inkubasi virus corona.

"Dalam dua hari perawatan ini kondisi pasien sehat dan baik baik saja," katanya. Jumlah korban meninggal dunia akibat merebaknya virus corona terus bertambah. Virus tersebut pertama kali muncul di Kota Wuhan, China.

Dikutip daritayangan YouTube KOMPASTV , Selasa (28/1/2020), virus yang mirip dengan Sindrom Pernapasan Akut Parah atauSevere Acute Respiratory Syndrome (SARS) itu menewaskan 106 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan tajam, dari yang sebelumnya 80 orang pada Senin (27/1/2020). Virus tersebut telah menginfeksi sekira 4.515 orang dari yang sebelumnya 2.744 orang.

Sejak pertama kali diumumkan pada 31 Desember 2019, virus ini telah menyebar hingga ke 16 negara. Terbaru, Sri Lanka, Jerman dan Kamboja telah mengonfirmasi kasus virus corona pertama yang terjadi di negara tersebut. Di Jerman, seorang laki laki dari Stanberg dikonfirmasi positif virus corona pada Senin, meski memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Sementara di Sri Lanka, kasus pertama dikonfirmasi pada Senin, setelah wanita asal China berusia 40 tahun positif virus corona. Wanita tersebut diketahui tiba di Sri Lanka pada 19 Januari 2020 untuk berwisata. Ke 16 negara tersebut, yakni China, Perancis, Jepang, Australia, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Kamboja, Kanada, Sri Lanka, dan Jerman.

Terkait dengan ancaman virus corona ini, China telah memperketat dan melakukan pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus lebih luas. Kota Wuhan yang dianggap sebagai pusat penyebaran virus tersebut juga telah diisolasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *