Posted on: October 7, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Beredar video peluk dan cium tangan Kasat Sabhara AKP Agus Hendro Tri Susetyo ke atasannya, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani. Momen itu sekaligus mengakhiri perseteruan atasan dan bawahan. Tampak dari video tersebut, AKP Agus yang berkaus warna hitam terisak saat memeluk AKBP Ahmad Fanani.

Sementara AKBP Ahmad Fanani mencoba menenangkan anak buahnya itu. Sayup sayup terdengar suara orang mengaji menjadi latar perdamaian keduanya. "Maafkan saya, Ndan," ujar Agus sambil menangis.

Hal itu terjadi di kediaman Agus di Blitar, Jawa Timur, Senin (5/10/2020) malam. Tampak Ahmad Fanani membisikkan sesuatu ke Agus. Tak lama kemudian, AKP Agus mencium tangan Kapolres Blitar.

AKBP Fanani langsung memeluknya beberapa saat kemudian. Video mereka berpelukan berdurasi sekitar 2 menit itu pun beredar luas di media sosial. Kabid HumasPoldaJatimKombes Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan video tersebut.

"Benar, itu terjadi kemarin pukul 18.30 WIB," ucap Truno pada Selasa (6/10/2020). Didampingi Wakapolres, Kabagops dan Kasiwas,Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani bersilaturahmi ke rumah AKPAgusHendroTriSusetyodan istrinya. Truno menambahkan, jalinan silaturahim ini untuk meredakan perseteruan keduanya.

"Silaturahim ini diharapkan dapat memperbaiki hubungan KapolresBlitardengan AKP Agus Tri yang sempat terjadi masalah internal diPolresBlitar.Sehingga situasi segera membaik," imbuh Truno. Publik dikejutkan dengan pernyataan AKP Agus pada awal Oktober 2020. Kasat Sabhara Polres Blitar yang telah mengabdi 27 tahun di kepolisian, secara mengejutkan mengundurkan diri.

Iamengaku tak tahan dengan sikap atasannya, Kapolres Blitar AKBP Fanani. Sang atas dianggap AKP Agus bertindak sewenang wenang. AKBP Fanani disebut kerap memakinya dengan sebutan binatang dan perkataan tak pantas lainnya.

Kemudian, Agus menilai Kapolres kerap berlaku sewenang wenang dengan mencopot anak buahnya tanpa membina terlebih dulu. Kasat Sabhara itu juga melaporkan Kapolres ke Polda Jatim atas dugaan pembiaran penambangan ilegal dan judi sabung ayam. "Saya tidak kuat lagi menjadi bawahan Kapolres dan saya mengajukan pensiun dini tanpa menuntut apapun dari Polri," tutur dia.

Kapolres Blitar pun meresponpernyataan AKP Agus di publik. Iamengaku hanya memberi teguran yang wajar kepada anak buahnya. "Saya sempat tegur dia karena ada anak buahnya yang berambut panjang," ucap AKBP Fanani.

"Dia tidak terima dan menyebut saya arogan," imbuh dia. Ahmad Fanani menganggap teguran yang dialamatkan kepada anak buahnya masih dalam batas kewajaran. Dia balik menuding Agus tidak masuk dinas sejak 21 September 2020 atau saat setelah ditegur.

Mengenai adanya laporan pembiaran tambang pasir, Ahmad Fanani menjelaskan pihaknya bukan membiarkan. Tambang yang dimaksud adalah milik warga setempat sehingga dia tidak mau menindaknya. Kapolres menyebut hal itu bertentangan dengan kemauan Agus.

Pada 1 Oktober 2020, Agus mendatangi Mapolda Jatim terkait pengunduran dirinya. "Saya sudah siap mengundurkan diri dari Polri. Surat ini saya sampaikan ke Kapolda Jatim juga kepada Kapolri," kata dia. Atas keputusan tersebut, Agus meminta maaf pada orang orang terkasihnya.

"Untuk istri saya, jangan khawatir, kita masih bisa makan dengan garam," demikian kata Agus berulang kali. Matanya berkaca kaca dan suara parau. Setelah dilaporkan oleh bawahannya, Kapolres Blitar Ahmad Fanani bertugas seperti biasanya.

"Iya (Kapolres Blitar) masih bekerja," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Jumat (2/10/2020). Sementara Agus kini ditarik ke Polda Jatim supaya proses klarifikasi lebih mudah dilakukan. "Perintah Bapak Kapolda kepada Karo SDM dan Kabid Propam, yang bersangkutan untuk segera dilakukan klarifikasi. Kemudian untuk mempermudah, untuk segera ditarik di Mapolda Jatim," ucap Awi

Rupanya, keinginan AKP Agus mundur sebagai personel Polri batal. Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Agus hanya emosi sesaat. "Yang bersangkutan sudah menyampaikan ada sesuatu yang memang penyesalan."

"Memang suasana batin dan hatinya tentu tidak sesuai dengan yang diharapkan." "Kami beri pemahaman secara institusi bahkan ini (Polri) menjadi tugas yang mulia," kata Truno. Setelah menyesal, Agus membatalkan pengunduran dirinya.

Truno menyebut kini AKP Agus menempati jabatan baru sebagai Kaurfastor Subbagyantor YanmaPoldaJatim. "Sesuai kebutuhan organisasi atau institusi dalam memberikan penyegaran dan pelayanan kepada masyarakat," terang dia. Artikel ini disarikan dari berita Kompas.com dan Surya.co.iddengan judul: ; dan

Leave a Comment