Lifestyle

Viral Cerita Anak Dipaksa Mengisap Jempol Kaki, Berikut Tips Memilih Pengasuh

Jagad maya akhir akhir ini diramaikan dengan cerita seorang ibu tentang perilaku buruk pengasuh bayi yang ia pekerjakan. Pengasuh bayi tersebut dengan tega memaksa si kecil untuk mengisap jempol kakinya. Viralnya cerita tersebut disertai gambar tangkapan layar video CCTV.

Gambar tersebut menunjukkan sang pengasuh sedang duduk di kursi sambil mengoperasikan gawai. Ia menyodorkan kaki ke arah batita yang diasuh dan memaksa si kecil mengisap jempol kakinya. Dari keterangan waktu di CCTV, kejadian tersebut terjadi pada 23 Desember 2019 lalu.

Lantas bagaimana jika kondisi yang ada memaksa untuk menitipkan pengasuhan anak kepada pihak lain? Pegiat Smart Parenting sekaligus pendiri Sanggar Berumpun, Chrisnina Sari, memberikan pendapatnya mengenai hal tersebut. Nina mengungkapkan kondisi saat ini cukup dilematis antara pengasuhan yang benar dan tuntutan zaman.

Menurut Nina, kondisi tersebut menyebabkan pengasuhan anak sering kali menemukan kesulitan dan memutuskan mencari pengasuh di rumah atau dititipkan ke tempat pengasuhan anak. "Kendala yang sering muncul adalah bagaimana jika pengasuh itu ternyata bukan orang yang baik dan malah berbuat jahat pada anak kita. Padahal kita sudah memperlakukannya dengan sangat baik," lanjutnya. Nina menyebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua sebagai pertimbangan dalam menentukan pengasuhan buah hati.

Nina mengungkapkan orang tua harus peka terhadap respon yang muncul dari sang buah hati. "Anak anak biasanya memiliki insting yang peka akan ketulusan seseorang. Mereka bisa merasakan dari cara orang tersebut berbicara, menyentuh atau bahkan hanya dari aura dan tatap mata," ungkapnya. Menurut Nina, anak anak terutama yang usianya masih kecil (baduta, batita, dan balita) akan lebih responsif terhadap kehadiran orang asing.

Nina mengungkapkan ada tanda tanda yang ditunjukkan sang buah hati jika merasa tidak nyaman dengan pengasuh yang dipilih, antara lain: Menangis dan tidak mau ditinggal. Lebih menempel pada orangtua saat kita minta untuk pergi bersama pengasuh.

Tidak mau didekati atau hanya menunduk dan diam saja saat bersama pengasuh. "Jangan paksa mereka untuk tetap mau bersama pengasuh dengan alasan mama papa harus bekerja," ungkapnya. Nina menyebut anak biasanya juga akan takut untuk bercerita langsung pada orangtuanya.

"Sebisa mungkin dengarkan curhatan mereka tanpa menghakimi," lanjutnya. Nina mengungkapkan fasilitas daycare saat ini terlihat lebih aman karena ada pihak yang bersedia bertanggungjawab. "Tetapi sebelum menitipkan anak ke daycare , harus survey dulu dan melihat bagaimana kondisi dan syarat syaratnya," ungkapnya.

Nina menyebut sebisa mungkin meminta waktu untuk trial atau mencoba dan menanyakan perasaan anak saat berada di daycare . "Apakah dia nyaman atau tidak. Daycare tampak lebih aman dan ramah anak karena di sana, anak akan memiliki teman yang lain juga. Sehingga hal ini dapat mengajarkan kecerdasan sosialnya juga," ungkapnya. Nina juga mengungkapkan jika memungkinkan untuk memilih pengasuh atau menitipkannya pada keluarga yang cukup dekat dengan anak.

"Coba ajak anak ke saudara yang tempat tinggalnya cukup dekat. Minta tolong menjaga anak saat sedang bekerja," ucapnya. "Tetapi lihat dulu juga bagaimana kedekatan saudara dengan anak," ungkapnya. Nina mengungkapkan saudara dekat atau jauh yang bisa dititipi biasanya lebih bisa dipercaya dari pada orang lain.

Menurut Nina, jika tiga cara sebelumnya tidak menjadi jalan keluar, orangtua dapat memikirkan tentang pekerjaan lain. "Mulai memikirkan untuk mencari pekerjaan yang fleksibel dengan jam anak atau memulai usaha baru," ucapnya. Nina mengungkapkan saat ini cukup susah mencari pengasuh anak.

"Maka orangtua adalah orang yang paling tepat untuk mengasuh anak sendiri. Harta bisa dicari, tetapi anak melebihi harta yang berharga," ungkapnya. Diketahui sebelumnya, cerita pengasuh anak memaksa si kecil untuk mengisap jempol kakinya viral di media sosial dengan judul 'Pengasuh Bayi yang Biadab'. Cerita tersebut ditulis oleh akun Facebook R Rachmalia.

Kini, cerita tersebut telah diunggah ulang oleh berbagai akun di Facebook dan Twitter. Dirinya mengaku mempekerjakan seorang pengasuh bayi atau baby sitter yang didapat dari sebuah yayasan yang besar dan terpercaya di Kota Bandung. Pengasuh bayi tersebut sudah diperlakukan dengan baik seperti jadwal libur hingga diajak bepergian..

Hal itu dilakukan dengan harapan sang pengasuh lebih sayang dengan si kecil. Namun, melihat pengasuh tersebut kurang perhatian dan lebih sering mengoperasikan gawai, R Rachmalia memasang CCTV tanpa sepengetahuan si pengasuh. "Insting keibuan membuat kami memasang CCTV di rumah tanpa sepengetahuan si Mbak.

Ternyata si Mbak yang terlihat sayang anak, di belakang kami melakukan tindakan biadab. Selain memakan makanan si kecil dari piringnya, agar si Mbak bisa melaporkan kalau Dedek makannya habis, dia tertangkap kamera, memaksa si kecil menghisap jempol kakinya. Astaghfirullah.. Itu bukan tindakan manusiawi ," tulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *