Posted on: August 3, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Beredarnya video kekerasan terhadap monyet ekor panjang membuat Jakarta Animal Aid Network (JAAN) ikut turun tangan. National Coordinator of Wildlife dari JAAN, Rahmat Zai mengaku pihaknya telah mendapat laporan terkait viralnya video tersebut. "Kita terima laporan kemarin siang dan tim langsung cari info."

Zai melanjutkan, rencananya hari ini JAAN akan kembali melakukan koordinasi dengan instansi instasi terkait termasuk Satpol PP dan BKSD setempat untuk melakukan koordinasi. Terutama untuk mengupayakan tindakan penyelamatan terhadap satwa bernama latin Macaca fascicularis ini. Zai juga mengaku mendapatkan kesulitan untuk melakukan tindakan di atas.

"Memang agak susah tangkap kalau di jalan kecil. Karena topeng monyet pindah pindah dengan cepat. Dan nanti videonya kita akan serahkan Ke instansi terkait sebagai bukti untuk dilakukan penindakan." "Namun sampai sekarang info yang kita dapat hanya lokasinya di Pulojahe Jakarta Timur." "Kita konfirmasi ke akun JakartaInformasi yang pertama kali share . Infonya hanya sebatas lokasi kejadian dan tidak ada yang tahu lokasi tukang topeng monyetnya. Kita masih cari info lengkap," tegas pria berambut gondrong ini.

Zai melanjutkan, aksi yang ditunjukkan dalam video sudah melanggar hukum yang ada. Pertama yang di atur dalam KUHP pasal 302 dan UU nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di pasal 66. "Dan yang di atur dalam PP 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner Dan Kesejahteraan Hewan," urai Zai.

Zai dalam kesempatan tersebut juga memberikan sejumlah imbauan kepada semua pihak. Ia meminta pemerintah untuk bisa lebih melakukan penindakan terhadap eksploitasi di balik pertunjukan topeng monyet dengan surat edaran khusus atau peraturan daerah. Menurut Zai pertunjukan topeng monyet bertentangan dengan peraturan yang ada.

"Karena jauh dari kaidah kesejahteraan satwa, dan berpotensi dalam penyebaran Zoonosis." "Kami juga berharap masyarakat agar tidak menonton apalagi memberikan uang, karena eksploitasi seperti ini tidak memiliki nilai edukasi sama sekali buat anak anak." "Benar benar hiburan yang tidak mendidik. Karena dibalik eksploitasi topeng monyet menyimpan pelatihan yang kejam," tandasnya.

Sebelumnya, video aksi kekerasan terhadap satwa monyet ekor panjang viral di media sosial. Lewat rekaman singkat warganet diperlihatkan oleh aksi dua orang laki laki yang diduga penyedia saja pertunjukkan topeng monyet jalanan. Di menit awal pria berkaus merah dan bertopi cokleat tengah memengang tali yang terhubung dengan kekang di leher seekor monyet.

Diduga tidak mau menurut dengan tuannya, monyet tersebut terus berontak. Melihat itu pria berkaus merah tadi langsung mengangkat dan langsung memukul monyet dengan tangan kanannya. Tidak berhenti di situ, tendangan juga turut dilayangkan ke badan monyet tersebut.

Meskipun berusaha menjauh, apa daya si monyet tidak bisa lari dari aksi kekerasan tersebut. Selain video @jakartainformasi juga menuliskan keterangan: Kasian monyetnya . lokasi: Pulojahe Jakarta Timur ,"

Hingga Senin (3/8/2020) video itu sudah ditonton sebanyak 26 ribu kali dan menuai respon dari warganet. Monyetnya yg ngehasilin uang monyetnya jg yg disiksa. Tlg min di tindak lanjuti.

Animal Abuse. Monyetnya udah capek msh dipaksa kasihan. Hrsnya disayang itu monyetnya…kan dia sumber dpt uangnya.

Leave a Comment