Posted on: March 20, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Rapat paripurna yang mengagendakan pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang semula dijadwalkan Senin (23/3/2020) ditunda. Penundaan diputuskan dengan mempertimbangkan kondisi ibu kota saat ini. Selain itu penundaan dilakukan dalam rangka menaati Instruksi Presiden dan Pemprov DKI untuk menghindari kegiatan keramaian.

Keputusan penundaan itu tertuang dalam surat yang ditandatangani Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Jumat (20/3/2020). "Mengingat kondisi saat ini yang kurang kondusif dan untuk pencegahan penyebaran Covid 19 maka pelaksanaan rapat paripurna DPRD DKI Jakarta ditunda," tulis surat tersebut. Saat dikonfirmasi, Prasetio membenarkan perihal penundaan paripurna pemilikihan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ia menilai situasi saat ini tergolong sebagai kejadian luar biasa. Sehingga, perlu menyikapinya dengan pertimbangan keselamatan kesehatan. "Saya putuskan untuk ditunda sementara karena melihat situasi yang tidak memungkinkan. Kita bersama prihatin dan harus memahami bahwa kejadian ini luar biasa," ungkap Prasetio.

Penundaan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Nantinya penjadwalan ulang rapat paripurna akan diputuskan dalam rapat Badan Musyawarah DPRD DKI. "Belum ditentukan. Yang pasti penundaan ini merupakan langkah mitigasi kami di DPRD DKI Jakarta. Akan dijadwalkan kembali dalam rapat Bamus DPRD," kata Prasetio.

Adapun rapat paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI mulanya akan mengagendakan sejumlah acara. Di antaranya penyampaian visi dan misi calon Wakil Gubernur DKI, tanya jawab, penandatanganan pakta integritas, pemilihan pengisian jabatan lowong Wakil Gubernur DKI Sisa Masa Jabatan 2017 2022, dan penetapan calon Wakil Gubernur terpilih. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan status tanggap darurat bencana COVID 19 untuk wilayah DKI.

Status ini berjalan selama 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang mengacu pada kondisi penularan virus corona di ibu kota. "Pada hari ini kita menetapkan (status) Jakarta sebagai tanggap darurat bencana COVID 19. Ini ditetapkan 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan kondisi," kata Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). Penetapan status tanggap bencana diambil lantaran Jakarta saat ini dihadapkan pada situasi yang sangat berbeda dari satu atau dua pekan sebelumnya.

Sebab, jumlah kasus yang disampaikan hingga Jumat (20/3/2020) berada pada angka yang tinggi. Mengacu pada data laman resmi COVID 19 DKI Jakarta (corona.jakarta.go.id), data tanggal 20 Maret 2020, pukul 18.00 WIB, Jakarta punya 224 kasus positif. Dengan rincian 125 dirawat, 66 melakukan isolasi mandiri, 13 orang sembuh, dan 20 jiwa meninggal dunia.

Sedangkan secara nasional ada 369 kasus terkonfirmasi COVID 19. Sebanyak 320 orang dirawat, 17 sembuh, dan 32 orang meninggal dunia. "Hari ini situasi yangg dihadapi sangat berbeda dengan dua atau satu pekan lalu. Jumlah yang disampaikan cukup banyak. Jumlah kasus juga angka tinggi," ungkap Anies. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah tengah melakukan Rapid Test (tes cepat) virus corona kepada sejumlah warga di wilayah Jakarta.

Secara spresifik, Jokowi menyebut wilayah Jakarta Selatan sebagai lokasi pertama dilakukan Rapid Test. Di prediksi wilayah Jakarta Selatan rawan penyebaran virus corona ata Covid 19. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers melalui siaran langsung akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020).

"Kita memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menujukan indikasi yang paling rawan. Di Jakarta. Di Jakarta Selatan," kata Jokowi. Jokowi menjelaskan, Rapid Test dilakukan di wilayah yang terdapat pasien positif corona dan diduga melakukan kontak dengan sejumlah orang. Rapid Test diharapkan mampu mengetahui indikasi awal seseorang positif virus corona atau tidak.

"Di wilayah yang dulu, sudah diketahui, ada kontak tracing dengan pasien positif jadi didatangi tempat tempatnya," ucapanya. Kepala Negara juga memastikan, Repid Test dilakukan mulai sore ini, Jumat (20/3/2020). "Rapid Test memang sudah dilakukan sore hari ini," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pihanya menyiapkan sejumlah infrastruktur untuk perawatan pasien Corona salah satunya pendirian rumah sakit darurat di Wisma Atlet, Kemayoran. "Pemerintah sedang mempersiapkan infrastruktur infrastruktur pendukung yaitu rumah isolasi dan rumah sakit. Wisma Atlet Kemayoran siap dijadikan RS darurat Covid 19 dan juga rumah isolasi pada nanti sabtu malam 21 Maret 2020," kata Presiden dalam konferensi Pers, Jumat, (20/3/2020). Jokowi mengatakan, Pemerintah juga telah mendirikan tempat karantina, observasi, dan isolasi di pulau Galang dan Pulau Sebaru. Untuk tempat karantina dan observasi di Pulau Galang akan selesai pada Sabtu pekan depan.

"Pulau Sebaru dan Galang juga disiapkan untuk tempat karantina, observasi dan isolasi. Untuk Pulau Galang akan selesai sabtu 28 maret," katanya. Selain menyiapkan infrastruktur baru, pemerintah juga akan menambah kapasitas rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid 19. Kapasitas yang ditambah mulai dari ruangan, obat obatan, serta tenaga medis. "RS TNI, RS Polri, dan RS BUMN yang ada di daerah terinfeksi telah disiapkan sebagai RS Covid 19. RS swasta akan diajak untuk ikut serta berpartisipasi dan ditingkatkan kemampuannya," pungkasnya.

Leave a Comment