Posted on: September 26, 2020 Posted by: admin Comments: 0

Konser dangdut yang digelar di Kota Tegal pada Rabu (23/9/2020) masih menjadi sorotan. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono angkat bicara mengenai hal ini. Diungkapkan Dedy Yon, ia mengaku tidak tahu perihal keberadaan panggung megah di acara hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wasmadi Edi Susilo menggelar konser dangdut di tengah pandemi Covid 19. Konser tersebut menjadi sorotan publik. Pasalnya jumlah Covid 19 di Kota Tegal sendiri masih menunjukkan peningkatan.

Ia menggelar acara itu sebagai hiburan hajatan pernikahan dan sunatan anggota keluarganya. Konser dangdut pun dihadiri oleh ribuan warga. Mereka berbondong bondong mendatangi lokasikonserdi LapanganTegalSelatan.

Tampak sebuah panggung besar dilengkapi tata cahaya dan sejumlah sound system besar. Layar lebar pun disiapkan layaknya sebuahkonserakbar. Acara juga digelar hingga malam hari.

Mereka yang hadir tidak menjalani protokol kesehatan. Kini, terungkap bahwa konser tersebut tidak melalui izin terlebih dahulu. Hal itu diungkapkan oleh Dedy Yon Supriyono, sebagai Wali Kota Tegal.

Dikatan Dedy Yon, saat mengajuan izin, penyelenggara hanya memberikan informasi adanya hajatan. Namun rupanya Wasmad juga menggelar konser dangdut dengan panggung berukuran besar. Sontak saja acara tersebut mengundang kerumunan masyarakat.

"Tidak ada izin, hanya hajatan ya. Sifatnya pemberitahuan, Di mana untuk izin hiburan yang besar itu enggak ada," tutur Dedy Yon dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (25/9/2020) malam, dikutip dari Kompas.com.

Buntut dari kejadian tersebut, Dedy Yon akan melakukan evaluasi dan memberlakukan sejumlah aturan pasca konser. Akses di alun alun Kota Tegal akan ditutup sementara. Tak hanya itu, sebagian kafe dan obyek wisata juga terkena dampaknya.

Sebagian kafe dan obyek wisata di Tegal akan ditutup sementara. Dedy Yon berhadap Kota yang dipegangnya itu bisa lebih safety. Penutupan sebagian kafe dan obyek wisata dilakukan hingga nanti sekiranya sudah aman.

"Tentunya ini sebagai evaluasi kami, kami tadi arahan dari Pak Gubernur bahwa Kota Tegal ini harus betul betul safety ya, Ini diharapkan tadi kita menyampaikan di ruang publik yang ramai ini akan kita matikan ya di alun alun, obyek wisata juga kita tutup. Selain itu sebagian kafe juga akan ditutup sampai nanti aman,” ujar Yon.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kejadian serupa tidak terulang lagi selama masa pandemi. Ganjar menginstruksikan pada Dedy Yon dan kepala daerah lainnya untuk bersikap tegas terkait penanganan Covid 19. Ia meminta agar semua sepakat tidak memberikan izin terkait acara yang mengumpulkan massa.

"Situasi ini lagi tidak bagus, Maka tolong semua tegas. Jangan ada yang membuat acara yang mengumpulkan massa dan kalau ada tolong tidak diizinkan dan semua sepakat," ujar Ganjar, masih dikutip dari sumber yang sama.

Leave a Comment